Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Tampilkan postingan dengan label Investing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012

Pengertian mutu pelayanan

Pengertian mutu pelayanan kesehatan bersifat multi dimensional yaitu mutu menurut pemakai pelayanan kesehatan dan menurut penyelenggara pelayanan kesehatan (Azwar, 1996) dan dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Dari pihak pemakai jasa pelayanan, pengertian mutu terutama berhubungan erat dengan ketanggapan dan kemampuan petugas rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan pasien dan komunikasi petugas dengan pasien, termasuk di dalamnya keramahan dan kesungguhan.
b. Dari pihak perusahaan sendiri, termasuk didalamnya karyawan, meneger , derajat mutu terkait pada pemakaian yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Menurut Departemen Kesehatan RI (1998), mutu pelayanan adalah yang menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang disatu pihak menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan penduduk, serta pada pihak lain, tata penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan professional yang telah ditetapkan. Pengertian ini yang dijadikan pedoman untuk pelayanan bagi Departemen Kesehatan RI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mutu menurut ISO 9000 adalah derajat yang dicapai oleh karakteristik yang inheren dalam memenuhi persyaratan yaitu : kebutuhan atau harapan yang dinyatakan, biasanya tersirat atau wajib.

Meskipun tidak ada definisi mengenai mutu yang diterima secara universal, namun dari definisi diatas tedapat beberapa persamaan, yaitu :
a. Mutu mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
b. Mutu mencakup produk, tenaga kerja, proses dan lingkungan.
c. Mutu merupakan suatu kondisi yang berubah.

Lima dimensi mutu pelayanan (Service Quality), terdiri dari :
a. Wujud nyata (tangibles) adalah wujud langsung yang meliputi fasilitas fisik, yang mencakup kemutahiran peralatan yang digunakan, kondisi sarana, kondisi SDM perusahaan dan keselarasan antara fasilitas fisik dengan jenis jasa yang diberikan.
b. Kehandalan (reliability) adalah aspek – aspek keandalan system pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa yang meliputi kesesuaian pelaksanaan pelayanan dengan rencana, kepedulian perusahaan kepada permasalahan yang dialami pasien, keandalan penyampaian jasa sejak awal, ketepatan waktu pelayanan sesuai dengan janji yang diberikan,keakuratan penanganan.
c. Ketanggapan (responsiveness) adalah keinginan untuk membantu dan menyediakan jasa yang dibutuhkan konsumen. Hal ini meliputi kejelasan informasi waktu penyampaian jasa, ketepatan dan kecepatan dalam pelayanan administrasi, kesediaan pegawai dalam membantu konsumen, keluangan waktu pegawai dalam menanggapi permintaan pasien dengan cepat.
d. Jaminan (assurance) adalah adanya jaminan bahwa jasa yang ditawarkan memberikan jaminan keamanan yang meliputi kemampuan SDM, rasa aman selama berurusan dengan karyawan, kesabaran karyawan, dukungan pimpinan terhadap staf.
e. Empati (empathy) adalah berkaitan dengan memberiakan perhatian penuh kepada konsumen yang meliputi perhatian kepada konsumen, perhatian staf secara pribadi kepada konsumen, pemahaman kan kebutuhan konsumen, perhatian terhadap kepentingan konsumen, kesesuaian waktu pelayanan dengan kebutuhan konsumen.

Rabu, 18 April 2012

Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya.
1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan menvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordininasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan, Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu:
1. Pendapatan yang tidak menentu. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan, dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Dalam kewirausahaan, sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998), tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Bagi seorang wirausaha, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian, pengolahan, penjualan, dan pembukuan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Wirausaha yang berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni.
Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha, akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Misalnya, pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain.

Senin, 16 April 2012

Karakteristik seorang wirausaha

Karakteristik seorang wirausaha pada umumnya dapat dilihat pada saat berkomunikasi dalam rangka mengumumkan informasi maupun pada waktu menjalankan usaha dan menjalin hubungan dengan para relasi bisnis. Untuk itu, dalam menjalin hubungan bisnis dengan seseo- rang kita harus mengetahui karakteristiknya. Karena tanpa kita perha- tikan karakternya bisa-bisa kita akan rugi sendiri apabila menjalin hubung- an bisnis dengan orang yang berkarakter tidak baik.
Karakteristik adalah sesuatu yang berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat, sikap seseorang terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Karakteristik seorang wirausaha yang baik akan membawa ke arah kebenaran, keselamatan, serta me- naikkan derajat dan martabatnya.
Seperti apakah karakteristik wirausaha ini? Seorang wirausaha harus memiliki potensi dan motivasi untuk maju dalam segala situasi dan kondisi, serta mampu mengatasi masalah yang timbul tanpa mengharapkan bantuan dari pihak lain. Secara rinci karakteristik wirausaha ini terlihat dalam sikap dan jiwa yang harus dimiliki seorang wirausaha, adalah berikut ini.

a. Percaya Diri
Seorang wirausaha adalah orang yang percaya bahwa mereka mampu mencapai hasil yang mereka inginkan. Sikap percaya diri ini bukan sikap yang sombong, karena dilandasi oleh kesadaran mereka ter- hadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
Sikap percaya diri akan mendorong seseorang untuk terus maju dengan kemampuan yang ada. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Karakteristik kematangan seseorang dilihat dari rasa tanggung jawabnya yang tinggi, objektif, kritis, dan tidak tergantung orang lain. Emosional pun stabil, tidak mudah tersinggung, dan naik pitam.
Sudahkah Anda mempunyai sifat percaya diri seperti dikemukakan di atas?

b. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
Agar memperoleh keberha- silan dalam usahanya, seorang wirausaha harus bekerja pres- tatif. Apa maksudnya? Keberha- silan seorang dalam kehidupan- nya banyak ditentukan oleh usa- ha yang dilakukan sendiri dalam mengubah nasib. Orang ini biasanya lebih mengutamakan prestasinya baru kemudian setelah berhasil prestisnya akan naik.

c. Berani Menanggung Risiko
Berani menanggung risiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung jawab. Para wirausahawan siap menanggung risiko atas segala tindakan yang diambilnya. Dalam bertindak, wirausahawan akan memikirkan tindakannya secara matang, sehingga risiko yang akan muncul akibat tindakannya dapat diperkirakan.

d. Kepemimpinan
Seorang wirausaha merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka harus selalu mencari peluang, mengumpulkan dana, dan merekrut sumber daya manusia serta membimbingnya untuk mencapai tujuan. Dengan mengembangkan sikap, bakat, dan kemampuan akan mendorong dan memotivasi orang lain agar maju dan berhasil, serta memimpin orang lain dalam bentuk kerja sama.

e. Keorisinalan
Sifat orisinal tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Orisinal berarti tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinal, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
f. Berorientasi ke Masa Depan
Seseorang wirausaha harus- lah mempunyai visi ke depan apa yang hendak ia lakukan? Apa yang ingin dicapai? Sebuah usaha bukan didirikan hanya untuk se- mentara, tetapi untuk selama- nya. Oleh sebab itu, seorang wira- usaha akan menyusun peren- canaan (planning) dan strategi yang matang agar jelas langkah- langkah yang akan dilaksanakan.

g. Kreativitas
Apa yang disebut kreatif? Apakah Anda pernah membuat sesuatu yang belum pernah dilakukan dan orang lain pun juga belum pernah membuat? Apakah itu yang disebut kreatif? Berikut ini akan disajikan pengertian kreatif oleh beberapa ahli.
1) Cony Semiawan (1997) me- nyatakan, kreatif adalah kemampuan untuk meng- hasilkan atau menciptakan suatu produk baru.
2) Wollfolk (1984) mengemu- kakan kreativitas sebagai ke- mampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pe- mecahan suatu masalah.
Jadi, dari pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kreatif adalah kemampan seseorang untuk membuat pro- duk baru atau membuat kom- binasi yang baru.
Menurut Anda sifat apalagi yang harus dimiliki seorang wirausaha?
Selain karakteristik yang ha- rus dimiliki wirausaha seperti tersebut di atas, juga terdapat ciri-ciri yang harus dimiliki wira- usaha. Ciri-ciri wirausaha ini disebutkan dalam Instruksi Presi- den No.4 Tahun 1995. Dalam Instruksi Presiden No.4 Tahun 1995 disebutkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang andal, tangguh, dan unggul terdapat ciri-ciri yang harus dimiliki oleh wirausaha.

Kamis, 12 April 2012

Peran Wirausaha dalam Perekonomian Nasional

Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan salah satu faktor produksi yang memegang peranan penting di dalam pembangunan. Menurut Joseph A. Schumpeter (1883–1950), sumber utama kemakmuran bukan terletak pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan pada pembangunan ekonomi yang didominasi oleh peran kewirausahaan dari para pelaku ekonominya.

Menurut Schumpeter, pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oleh para wirausaha (entrepreneur). Inovasi memiliki makna yang luas, yang tidak hanya menyangkut penemuan teknik-teknik berproduksi baru, tetapi juga penemuan komoditas baru, jenis material baru untuk produksi, cara-cara usaha baru, dan cara-cara pemasaran baru. Oleh Schumpeter, inovasi dalam kewira usahaan dianggap sebagai suatu loncatan dalam fungsi produksi.

Bagi negara-negara industri maju maupun negara sedang berkembang, seperti halnya Indonesia, tumbuh kesadaran betapa pentingnya peranan kewirausahaan dalam pembangunan nasional. Hal ini bisa terlihat dari besarnya peranan UMKM terutama kemam puannya dalam menyerap tenaga kerja serta sifatnya yang fleksibel terhadap gejolak ekonomi.

Peranan wirausaha dalam perekonomian, di antaranya sebagai berikut.
a. Menciptakan Kesempatan Kerja
Dengan jiwa wirausaha, faktor-faktor produksi dapat di kom- binasikan sehingga dapat menghasilkan produk baru. Dengan adanya produksi, kesempatan kerja menjadi lebih terbuka dan hal ini dapat mengurangi angka pengangguran.
b. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Nasional
Dengan munculnya produk-produk baru, baik yang berbentuk barang maupun jasa, akan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional melalui pening- katan jumlah produksi barang dan jasa.
c. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi di Masyarakat
Banyaknya kesempatan kerja yang tersedia akan berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi antara masyarakat berpendapatan tinggi dan rendah dapat dikurangi.
d. Menumbuhkan Kemandirian Masyarakat dalam Bidang Ekonomi
Kewirausahaan mendorong masyarakat untuk tidak bergantung pada pihak lain, tetapi mampu untuk berkembang dan berpartisipasi dalam perekonomian nasional.
e. Menumbuhkan Daya Kreasi Bangsa
Dengan kewirausahaan dapat menumbuhkan daya kreasi bangsa sehingga dapat mengoptimalkan kelangkaan sumber daya ekonomi untuk digunakan secara efektif dan efi sien.

Pengertian Kreativitas

Manusia dalam hidupnya selalu berusaha memenuhi kebutuhannya yang beragam melalui usaha dan tentunya bantuan orang lain. Namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan, selalu muncul berbagai permasalahan, yang salah satu di antaranya adalah semakin menipisnya persediaan sumber daya alam yang ada. Hal ini telah mendorong setiap orang untuk melakukan tindakan kreatif dan berinovasi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Mungkin anda sudah sering mendengar kata-kata kreativitas, misalnya temanmu dapat membuat peralatan seni yang unik lain dari pada alat seni yang lain, lantas anda mengatakan memang dia kreatif. Ada juga yang mengatakan jika seseorang rajin bekerja dan mampu melahirkan hal-hal baru, dianggap juga mempunyai kreativitas. Jadi, kreativitas itu sebenarnya apa?

Berikut dipaparkan beberapa pengertian kreativitas dari beberapa ahli.
David Campbell mengatakan bahwa kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna, dan dapat dimengerti.
John W. Haefele mengatakan kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial.
George J. Seidel mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghubungkan dan mengaitkan, kadang-kadang dengan cara-cara yang ganjil, namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif dari daya rohani manusia dalam bidang atau lapangan manapun.
Jaques Hadamard mengatakan bahwa kreativitas adalah penggabungan ide-ide. Berdasarkan keempat pengertian di atas, ada beberapa kata kunci tentang kreativitas, yaitu sebagai berikut.

Baru bermakna belum ada sebelumnya. Seseorang dianggap kreatif jika dapat membuat, menciptakan, atau melahirkan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya.
1. Berguna bermakna mempunyai kegunaan dan dapat dimanfaatkan manusia, lebih praktis, lebih mudah dari sebelumnya, memecahkan masalah, mengurangi ham- batan, mengatasi kesulitan, dan mendatangkan hasil lebih banyak.
2. Dapat dimengerti bermakna bahwa kreativitas itu hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. Jika ditemukan sesuatu yang baru, namun tidak dimengerti maka itu belum termasuk kreativitas.
3. Kombinasi bermakna bahwa kreativitas dapat dilahir- kan dengan kombinasi atau perpaduan beberapa cara atau metode sehingga melahirkan cara atau metode baru yang lebih mudah dimengerti.
4 Menghubungkan dan mengaitkan bermakna bahwa sesuatu digolongkan sebagai kreativitas jika dapat dihubungkan dan dikaitkan dengan hal-hal sebelumnya.

Lapangan manapun bermakna bahwa kreativitas dapat tercipta dari semua bidang atau lapangan manapun tanpa memandang harus orang pintar, kaya, dan orang- orang tegar. Dengan demikian, secara umum kreativitas adalah kemampuan melakukan kombinasi sumber daya yang menghasilkan barang atau jasa yang sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Lalu apa inovasi itu? Inovasi adalah pengenalan hal-hal baru. Kreativitas yang didukung inovasi, akan mampu memecahkan berbagai persoalan, termasuk persoalan ekonomi. Karena dengan keunggulan dalam berpikir kreatif dan inovatif, akan membukakan jalan keluar dari segala permasalahan yang dihadapi.

Minggu, 27 November 2011

Investing Tips For Beginners

Investing can be confusing, especially for the beginner. Getting some basic tips can help a beginning investor to make informed choices that fit their needs. Each person has a different goal when investing and that plays a big impact on how you invest. The following list explains some things beginners should know before investing.

1. Understand that there are no set rules for investing. There are no guarantees and no perfect way to invest.

2. Make informed choices. Before investing in any way you should completely understand how your investment will work and all of the details of the transaction.

3. Make a simple plan to determine your goals and needs. This will help you to determine what investments to make and how much money to invest.

These three tips are great for general investing, but many people are looking to invest in the fast paced world of the stock market. The above tips are a good beginning, but the following tips will further help those interested in investing in stocks.

1. Look at the value of the stock instead of the price. Low cost stocks may be low for a reason. Look at the whole picture. See why the price is low and if there is a possibility it may rise.

2. Check the companies return on net worth. This is the profit after taxes divided by the net worth. It is important to see a trend of growing return on net worth.

3. Spread out your risk. You should not put all your money in high risk stocks. Try some lower risks and some higher risks. This is the best way to protect your money.

4. Understand the basics of stock prices. Prices move up or down depending on future projections.

These four tips can help a beginning investor start investing in the stock market.

No matter what type of investment you are looking into, knowledge will be the key to success. These short tip lists are just the beginning to understanding investing and how to maximize your return. Keep learning and trying.