Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Tampilkan postingan dengan label english. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label english. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Kalimat Sederhana bahasa Inggris


Kalimat sederhana adalah rangkaian kata yang saling berhubungan dalam satu klausa dan dapat berdiri sendiri. Sebagai contoh: Decorate the cake with strawberry. The boy knew the answer (Droga Louise dan Sally Humprey. 2003: 25). Menurut Adjat Sakri (1995: 7 – 8), kalimat dalam tulisan terdiri atas deret kata yang dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca dan terdiri atas deret kata yang tersusun menurut urutan tertentu menjadi bermakna dan mengungkap pikiran yang lengkap. Setiap kata di dalamnya tidak dapat dipertukarkan tempatnya dengan sembarangan tanpa mengubah makna kalimat itu, seperti: The nose is sharp dan Her hair is blondy.

Komponen tata bahasa terdiri atas komponen yang memiliki kategori dan saling berhubungan sehingga membentuk sebuah kalimat. Komponen tersebut termasuk leksikal sesuai dengan kategorinya dalam pemarkah kontekstual. Pemarkah tersebut adalah sintaksis, semantis, dan fonologi yang berindikasi sebagai transformasi dalam menyampaikan maksud dan pikiran. Kalimat memiliki hubungan fungsional yang terdiri atas subjek, predikat, dan objek (Menyuk. 1972: 23). Menurut Titone (1984: 10, 90), kalimat sederhana merupakan struktur bahasa secara nyata dan diakui menyampaikan struktur atau berkomunikasi yang digunakan penutur dan mempunyai makna.

Di bawah ini adalah contoh kalimat sederhana bahasa kedua (L2), yaitu bahasa Inggris, yang tidak mempunyai makna atau menyimpang.
(a) John go tomorrow
(b) Eats the boy the cake
(c) Tom drank the milk

Berbahasa mangacu pada pengetahuan bagaimana bahasa tersusun dan bagaimana bahasa itu bisa menyampaikan makna dengan bentuk susunan sesuai dengan kompetensi linguistik. Kompetensi dibedakan dalam dua kategori secara sadar (noetic) dan secara tidak sadar (practical). Kemampuan siswa menggunakan bahasa pertama (L1) tanpa sadar bentuk susunan meliputi kemampuan praktis bahasa yang telah dipelajari kemungkinan berasimilasi ( L2 terpengaruh L1). Kata-kata yang dipelajari L2 adalah susunan dari rangka L1. Hal ini dapat membantu dalam mempelajari isomorphic structure ( transfer positif) tetapi bisa menjadi campur tangan yang baik dalam susunan dari dua bahasa yang kontras (transfer negatif), maka hubungan susunan L1 dan L2 mudah berasimilasi ke L2. Karena adanya struktur asimilasi, strategi pembelajarannya menggunakan pendekatan induktif atau deduktif.

Pembelajaran induktif berhubungan dengan teori pembelajaran behaviouristic dan pembelajaran deduktif berhubungan dengan pembelajaran kognitif dan tradisional. Oleh karena itu, ilmu bahasa merupakan bagian dari kehidupan sosial dan sesuai dengan situasi. Pembelajaran ilmu bahasa mempelajari tata bahasa yang rumit, leksikal baru dan struktur materi. Kalimat merupakan dasar dari pembelajaran, dan pengajaran berfokus pada kalimat sederhana. Siswa menyampaikan bentuk struktur dari bahasa yang telah dipelajari dan belajar kaidah tata bahasa dari bahasa melalui proses induktif (Richard dan Theodore, 1986: 101).

Sumber: UNUD 

Pembelajaran Kosakata bahasa Inggris


Pembelajaran kosakata mempunyai permasalahan yang cukup kompleks, ada banyak faktor yang terlibat dan perlu dipertimbangkan. Masalah dalam pengajaran berkaitan dengan peningkatan keberhasilan belajar siswa dalam bahasa yang dipelajari, bahasa target.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengajaran bahasa Inggris adalah sebagai berikut.
1) Performative. Pada tahap ini siswa mampu membaca dan menulis, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan dan berkomunikasi dalam konteks terbatas.
2) Fungsional. Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, membaca manual.
3) Pada tingkat informasional siswa diharapkan dapat mengakses pengetahuan dengan kemampuan bahasanya. Adanya kaitan antara penguasaan keterampilan siswa dengan kemampuan apresiasi sastra (mempresentasikan karya sastra).
4) Pada tingkat episdemik siswa diharapkan dapat mentransformasi pengetahuan dalam bahasa tertentu ( Chodidjah, 2007: 7).

Tingkat kemampuan dirasa cukup realistis mengingat kosakata sangat penting dalam pelajaran bahasa Inggris tingkat sekolah dasar yang dimulai pada kelas empat dengan jam pelajaran 2 X 35 menit per minggu. Diperkirakan jumlah pertemuan dalam satu tahun adalah 34 sampai dengan 38 minggu (pertemuan). Hal ini bukan jangka waktu yang lama untuk membuat siswa dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, maka pengetahuan yang diberikan dibatasi sehingga sebagian waktu digunakan untuk melatih kompetensi komunikatif dan berinteraksi dalam konteks sekolah. Penekanan pendidikan dalam bahasa Inggris di SD adalah penguasaan bahasa lisan yang digunakan untuk berinteraksi di dalam kelas (Chodidjah, 2007: 8).

Pemerintah secara khusus memberikan perhatian pada pembelajaran bahasa Inggris tingkat SD sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional khususnya pasal 19 (1) tentang standar proses yang berbunyi, “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik (Chodidjah, 2007: 3). Sesuai dengan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) tingkat sekolah dasar, pembelajaran bahasa dipengaruhi oleh kemampuan memahami (comprehension) dan mempergunakan (production), yang memiliki sifat reseptif dan produktif.

Kemampuan reseptif terdiri atas dua macam kemampuan berbahasa, yaitu
a) Membaca nyaring dan memahami makna dalam intruksi, informasi, teks fungsional pendek, teks diskriptif bergambar sangat sederhana yang disampaikan secara tertulis dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.
b) Mendengarkan, memahami instruksi, informasi, dan cerita sangat sederhana yang disampaikan secara lisan yang berupa lambang bunyi dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, kemampuan produktif terdiri atas dua macam kemampuan berbahasa yaitu
a) Kemampuan berbicara, kemampuan menghasilkan ide dan pikiran secara lisan dalam wacana sangat sederhana dalam bentuk instruksi dan informasi dalam konteks kelas, sekolah, dan lingkungan sekitar. Untuk berbicara harus menguasai secara aktif struktur dan kosakata bahasa yang bersangkutan.
b) Kemampuan menulis, menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek sangat sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat dalam kegiatan menghasilkan bahasa secara tertulis Dalam penulisan diperlukan pengetahuan tentang struktur dan kosakata bahasa yang bersangkutan (Burhan, 2001: 45). Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi di jenjang internasional dan global, baik secara lisan maupun tulisan.

Departemen Pendidikan Nasional, yang sedang mempersiapkan standar kompetensi dalam kurikulum, menetapkan bahwa kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, bahasa Inggris berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam rangka mengakses informasi selain sebagai alat untuk membina hubungan interpersonal, bertukar informasi serta menikmati estetika bahasa dalam budaya Inggris.

Oleh karena itu, mata pelajaran Bahasa Inggris bertujuan sebagai berikut:
1) Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dalam bentuk lisan maupun tulis, yang meliputi kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
2) Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar (Chodidjah, 2007: 5).

Sumber:  UNUD

Selasa, 24 April 2012

Narrative Text


Narrative Text adalah teks yang berisi tentang sebuah cerita atau dongeng (bisa berupa cerita rakyat (folktale), cerita binatang (fable), Legenda (legend), cerita pendek, dll). Di dalamnya terdapat konflik/puncak masalah yang diikuti dengan penyelesaian. Penyelesaian (ending) disini bisa berupa happy ending (akhir yang bahagia) atau bisa pula sad ending (akhir yang sedih). Fungsi utama teks ini adalah untuk menghibur pembaca.
Generic Structure:
Orientation – Complication – Evaluation (optional) – Resolution
Orientation:
berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana)
Complication:
Berisi puncak masalah/konflik dalam cerita. Sebuah cerita boleh memiliki complication lebih dari satu
Evaluation:
ini merupakan optional (boleh ada boleh tidak), biasanya dipakai untuk membuat jalan cerita lebih menarik.
Resolution:
Pemecahan masalah. Bisa berakhir dengan kegembiraan (happy ending) bisa pula berakhir dengan kesedihan (sad ending)
Contoh:
The Boy who cried “Wolf”
There was once a shepherd-boy who kept his flock at a little distance from the village. Once he thought he would play a trick on the villagers and have some fun at their expense. So he ran toward the village crying out, with all his might,
“Wolf! Wolf! Come and help! The wolves are at my lambs!”
The kind villagers left their work and ran to the field to help him. But when they got there the boy laughed at them for their pains; there was no wolf there.
Still another day the boy tried the same trick, and the villagers came running to help and got laughed at again. Then one day a wolf did break into the fold and began killing the lambs. In great fright, the boy ran for help. “Wolf! Wolf!” he screamed. “There is a wolf in the flock! Help!”
The villagers heard him, but they thought it was another mean trick; no one paid the least attention, or went near him. And the shepherd-boy lost all his sheep.
Snow Maiden
Once upon a time there lived a couple in a village. They had got married for a long time, but so far they did not have a baby yet. Every single minute they prayed to God, begged for a baby, but it never came true.
One day, they went to Snow Mountain. They made a girl from snow and they dressed her beautifully. When it got dark, they decided to go home and left the snow girl alone. The following morning, someone knocked the door. “Any body home?” she said. The old woman inside opened the door and asked, “Who are you?” The girl said “I’m Snow Maiden, your daughter”. The old woman was surprised and happy. “Oh really? Thanks God! Come in, please!” Since that meeting, they lived happily. Snow Maiden was beautiful, kind, diligent and helpful. Her parents and all of her friends loved her very much. One day, Snow Maiden played with her friends. They played fire. At first, Snow Maiden just looked at their play. Suddenly, her friends asked her to jump on the fire. Of course she refused it because one thing that made her afraid was the fire. It’s because Snow Maiden was made of snow, so she should avoid the fire. But her friends kept on forcing her to jump on. Finally, she could not do anything then she did it. She jumped on the fire and she melted. Her friends were so sorry about this, they cried and cried hoping Snow Maiden could live again, but it was useless. Snow Maiden would not be back anymore her mother tried to entertain Snow Maiden’s friends and asked them to make a new Snow Maiden. They went to a snow mountain and started making it. They expected to have the new Snow Maiden. Days passed but their dreams never came true.
Poor them!


Jumat, 20 April 2012

Verbs (kata kerja)

Verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga untuk menunjukkan keadaan. Verbs biasanya menjadi Predikat dari suatu kalimat.

Contoh:
  • Henry comes from London.
  • My brother studies in America.
  • She is very beautiful.
  • They are diligent.
1. Auxiliary Verbs (Kata Kerja Bantu)

Yaitu kata kerja yang digunakan bersama-sama dengan kata kerja lain untuk menyatakan tindakan atau keadaan, atau berfungsi untuk melengkapi fungsi gramatikal.

Kata Kerja Auxiliary adalah:
  • Is, am, are
  • Was, were
  • Do, does, did
  • Has, have, had
  • Can, could
  • May, might
  • Will, would
  • Shall, should
  • Must
  • Ought to
  • Had better
  • Need, Dare (Dapat juga berfungsi sebagai Kata Kerja Biasa)
Examples: a. We can help our mother.
b. She must do her homework.

2. Transitive Verbs (Kata Kerja Yang Membutuhkan Objek)

Yaitu kata kerja yang memerlukan object untuk menyempurnakan arti kalimat atau melengkapi makna kalimat.

Kata kerja Transitive diantaranya adalah: Drink, watch, read, fill, open, close, dll

Contoh:
  • He watches the film. (Kalimat ini tidak akan lengkap, jika "the film" kita hilangkan. Orang lain akan bertanya-tanya - menonton apa?, maka watch (menonton) membutuhkan object agar makna kalimat tersebut dapat dipahami).
  • The man cuts the tree.
3. Intransitive Verbs (Kata Kerja Yang Tidak Membutuhkan Objek)

Yaitu adalah kata kerja yang tidak memerlukan obyek, karena sudah dapat dipahami dengan sempurna makna kalimat tersebut.

Kata-kata kerja yang termasuk Intransitive verbs diantaranya adalah: Shine, come, sit, boil, sleep, fall, cry, dll.

Contoh:
  • The baby cries.
  • My mother is sleeping.
  • The water boils.
Catatan:
  • Ada juga beberapa kata kerja yang dapat berfungsi sebagai transitive maupun intransitive verbs.
Contoh:
  • He drops his bottles. (transitif)
  • The rain drops from the sky. (intransitif)
  • The contestants still misunderstood then. (transitif)
  • The contestants still misunderstood. (intransitif)
  • They grow the rubber trees. (transitif)
  • Rice grows in the fertile soil. (intransitif)
Ada beberapa verb intransitive yang memakai Objective Noun yang mempunyai satu kesatuan makna dengan kata kerjanya. Objeknya disebut Cognate Object.

Contoh:
  • He played the fool. (Dia bermain gila-gilaan).
  • He laughs a hard laugh. (Dia tertawa lebar).
  • He slept a sound sleep. (Dia tidur nyenyak).
  • He died a miserable death. (Dia mati melarat).
Ada beberapa verb transitive dan intransitive walaupun sudah mempunyai object tetapi artinya belum sempuma sebelum ditambah kata-kata lain.

Kata Kerja jenis ini diantaranya adalah: make, name, call, find, declare, suppose, consider, bring, give, appoint, seen, hear, dll.

Contoh:
  • I will make you happy.
  • I appoint him to be my assistant.
Ada juga kata kerja yang mempunyai pola sebagai berikut:
  • Kata Kerja + Preposition + Object
  • Kata Kerja + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
  • We talked about the problem.
  • She felt sorry for coming late.
Kata-kata kerja untuk pola kedua diantaranya adalah: succeed in, think about/of, dream of, dream about, approve of, look forward to, insist on, decide against, angry with, sorry for, thanks for, dll.

Ada juga Kata Kerja tertentu yang mempunyai pola sebagai berikut:
  • Kata Kerja + Object + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
  • They accused me of telling lies.
  • Do you suspect the man of being a spy?
  • I congratulated Bob on passing the exam.
  • What prevented him from coming to the party?
  • I thanked her for being so helpful.
4. Finite Verb (Kata Kerja Biasa)

Ciri-ciri Kata Kerja Jenis ini adalah sebagai berikut:
  • Bila dipakai dalam kalimat tanya dan negative perlu memakai kata kerja bantu do, does atau did.
  • Bentuknya dapat berubah-ubah oleh tense.
  • Biasanya mempunyai bentuk-bentuk:
  • Infinitive
  • Present Participle
  • Gerund
  • Past Tense
  • Present Tense
  • Past Participle
Contoh:
  • Ms. Anne reads a novel. (Infinitive)
  • Ms. Anne is reading a novel. (Present Participle)
  • Does Ms. Anne read a novel?
  • Ms. Anne read a novel. (Past Tense)
  • Ms. Anne has read a novel. (Past Participle)
5. The Infinitive.
An infinitive can be with to or without to.
Examples:
1. I’d prefer to sit at the back.
2. I’d rather sit at the back.
Whether we use to depends on grammatical pattern. For example, we use it after prefer but not after would rather.
The most common use of an infinitive without to is after a modal verb.
Examples:
1. I can sit at the back.
2. You should go to a dentist.

A to-infinitive can have these forms.
1. Simple : to do.
It’s great to see you.
I want to study hard at home.
2. Perfect: to have done.
I seem to have left my umbrella behind.
3. Continuous: to be doing.
You’re lucky to be living here.
4. Perfect + continuous: to have been doing.
A man at the bus stop appeared to have been drinking.
5. Infinitive + object
A sightseeing tour is the best way to see the city.
6. Infinitive + complement.
I’m doing my best to keep fit.
7. Infinitive + adverbial.
I’d be quite happy to sit at the back.

Selasa, 17 April 2012

Recount text

Pengertian Recount
Recount text adalah teks yang ditulis untuk menceritakan kembali informasi atau hiburan. Jenis teks ini biasanya berupa berbagai teks yang menceritakan peristiwa dimasa lampau misalnya kisah pengalaman menarik, diary,peristiwa bersejarah, surat pribadi, biografi, autobiografi. Kita juga bisa menemukan teks ini pada artikel Koran maupun majalah. Laporan kegiatan harian juga biasanya berbentuk recount. Apabila teks tersebut berisi peristiwa bersejarah, maka bisa dikelompokkan dalam historical recount. Teks ini misalnya the story of pangeran diponegoro, RA Kartini, Thomas Alfa Edison dll.

Tujuan Recount
Tujuan menceritakan memberikan informasi tentang apa yang terjadi, kapan itu terjadi, di mana hal itu terjadi dan siapa yang terlibat.

Susunan Penulisan Teks
teks ini disusun dengan rangkaian cerita sebagai berikut:
1. orientation
pada bagian ini pembaca / pendengar dikenalkan pada hal-hal yang terkait dengan setting cerita, setting tempat maupun waktu dan juga pengenalan tokoh
2. series of events
deskripsi peristiwa yang terjadi yang disusun sesuai urutan kejadian
event 1 - event 2 - event 3 - …….dst.
3. re-orientation
boleh ada boleh tidak ada (optional) merupakan bagian rangkuman cerita sekilas.

Language Features / Ciri-ciri Kebahasaan
1. specific participant , tokoh yang ada dalam cerita adalah bersifat tertentu, tidak bersifat umum misalnya : RA Kartini, My friend, Roni dll.
2. penggunaan adjective (kata sifat) untuk memperjelas noun (kata benda) misalnya digunakan untuk ungkapan berikut : a beautiful house, a nice experience, dll.
3. memakai pola kalimat simple past tense, pola kalimat yang digunakan adalah simple past karena menceritakan peristiwa yang terjadi diwaktu lampau.
4. time conjunction / penghubung waktu untuk menghubungkan alur satu dengan yang lain menjadi runut dan mudah diikuti. conjunction yang sering dipakai adalah : when, then, suddenly, next dll.
5. action verbs , terdapat kata kerja yang menunjukkan sebuah kegiatan (aktifitasnya bisa dilihat) misalnya : run, sleep, walk, cut dll.

contoh recount text

RA Kartini
Every April 21, people in Indonesia commemorate the Kartini day. It is a beautiful day for the woman because we celebrate the birth of great lady, RA. Kartini. Everyone knows who kartini is. She is our national heroine and a great lady with the bright idea. Kartini was born in 1879, April 21 in Mayong Jepara. Her father was RMAA. Sosroningrat, Wedana (assistant of head of regency) in Mayong. Her mother, MA Ngasirah was a girl from Teluk Awur village in Jepara. As the daughter of a noble family, she felt luck because she got more than the ordinary people got. She got better education than other children. She did anything she wants although it was forbidden. She passed her childhood with her brother and sister. Because she was very energetic, her father called her "trinil" Then her father was chosen as Bupati (the head of regency) in Jepara. She and her family then moved from Mayong to Jepara. In the same year, Kartini's second sister RA Kardinah was born. The environment in Jepara gave her big chance to develop her idea. She could study at the Dutch owned school where only children from noble family could study here. Few years after finishing her study, RA. Kartini was willing to continue her study in higher level. But the custom of that day forbid a woman to go to school. A tradition of that time, a teenage girl should be secluded and limited her activity. So was Kartini. She was secluded inside the house and forbidden to go out until a man propose her. The rule could restrict her body but not her mind. During her "pingitan" time, she spent her time by reading book which she got from her relatives. Although she was not able to continue her study to higher level, she was smart had a bright idea. She got the knowledge from the books she read. To express her idea, she established a school for local people on the backyard of Jepara city hall. In November 12,1903, she married Adipati Djoyodiningrat, the head of Rembang regency. According to Javanese tradition Kartini had to follow her husband. Then she moved to Rembang. In September 13, 1904 she gave a birth to her son. His name was Singgih. But after giving birth to a son, her condition was getting worse and she finally passed away on September 17, 1904 on her 25 years old. Now Kartini has gone. But her spirit and dream will always be in our heart. Nowadays Indonesian women progress is influenced by Kartini's spirit stated on collection of letter "Habis gelap terbitlah terang"
from the dusk to the dawn.

Kamis, 05 April 2012

ELLIPTIC CONSTRUCTION

ELLIPTIC CONSTRUCTION

Kalimat elip merupakan pemendekan dari dua kalimat/lebih dengan cara menghilagkan beberapa bagian kalimat yang memiliki kesamaan arti asalnya. Kalimat elip digunakan untuk menghindari adanya pengulangan kata yang sama dalam suatu kalimat. 

CONJUNCTIONS (Kata Sambung)

CONJUNCTIONS (Kata Sambung) 

Kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menyambung dua kalimat/kata-kata.
  1. Kata sambung yang berdiri sendiri seperti: and, or, but, for, although/though, that, if, dll.
Contoh: - You can read this book if you like.
         (kamu dapat membaca buku ini jika kamu mau)
       - I went to your house but you weren’t at home.
         (saya pergi ke rumahmu tapi kamu tidak ada di rumah)
       - Amir and I go to school everyday.
         (Amir dan saya pergi ke sekolah setiap hari)
       - Although it was raining, he come on time.
         (walaupun hujan dia datang tepat waktu)
  1. Kata sambung yang berpasangan seperti:
both…and…  (…dan juga….)
not only…but also… (…tidak hanya…tetapi juga…)
either…or…  (….maupun…)
neither…nor… (…tidak…dan tidak…) 
Contoh: - He is both wise and good.
         (dia bijaksana dan juga baik)
       - He is not only active but also clever.
         (dia tidak hanya aktif tetapi juga pintar)
       - Factory pollutions have polluted either land or water in our environment.
         (Polusi pabrik telah mencemari tanah maupun air di lingkungan kita)
       - The research is neither intersting nor accurate
         (Penelitian itu tidak menarik dan tidak akurat) 

CONNECTORS (Kata Penghubung)

 CONNECTORS (Kata Penghubung)

   Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat/lebih menjadi satu kalimat. Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Menunjukan waktu: before, after, as soon as, while, when.
    1. We went home after the rain stopped.
    2. I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
    3. I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
    4. While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
    5. I was really sad when I saw a drama movie.
  2. Menunjukan sebab dan akibat: because/because of, since.
    1. I went to the hospital because I had a serious accident.
    2. I went to the hospital because of my serious accident.
    3. Since I have no money, I can’t treat you.
  3. Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
    1. first, we must prepare the ingredients.
    2. Next, we cut the vegetables into small pieces.
    3. After that, we put them into frying pan.
    4. Finally, we put some sauce and salt.   

PREFERENCES (pilihan/kesukaan)

PREFERENCES (pilihan/kesukaan) 

Menyukai A ketimbang B
  1.  
S + prefers + noun/V-ing + to + noun/V-ing
Contoh:
- Dona prefers dancing to singing.
  (Dona lebih menyukai menari ketiumbang menyanyi)
- Juned prefers combro to deblo.
  (Juned lebih menyukai combro ketimbang deblo)
  1.  
S + like + noun/V-ing + better than + noun/V-ing
Contoh:
- I like T.V better than radio.
- Kokom likes reading better than watching T.V.
  1.  
S + would rather + V1 + than + V1
Contoh:
- Dita would rather watch T.V . than plays a video game.
  (Dita lebih menyukai nonton T.V ketimbang main video game)
  1.  
S + would prefer + to V1 + rather than + V1
      Contoh:
- Ayu would prefer to phone me rather than send SMS.
  (Ayu lebih menyukai menelpon saya ketimbang mengirim SMS) 

GERUND

GERUND 

   Gerund adalah kata kerja yang dibendakan/ kata benda yang dibentuk dari kata kerja yang diberi akhiran –ing (V-ing). Gerund digunakan bila:
  1. Verb/kata kerja sebagai subjek.
   Contoh: Swimming is a good sport.
   Jogging makes us fresh.
  1. Verb sebagai complement/pelengkap.
   Contoh : My hobby is cycling.
  1. Setelah kata depan/preposition seperti for, on, before dll.
Contoh : I am sorry for coming late.
       Before leaving, he said nothing.
  1. Setelah istilah khusus seperti no use, to be worth, to be busy, can’t help/can’t bear,to be used to, get used to.
Contoh : It is no use studying without practicing.
  1. Setelah possessive adjective (my,your, his,her,our,their,Amir’s, dll)
Contoh : His staring frigtens me.
  1. Kata kerja/V setelah kata kerja tertentu

Admit
Appreciate
Claim
Can’t help
Resume
Consider
Avoid
Delay
Deny
Risk
Enjoy
Finish
Quit
Resist
Siggest
Mind
Miss
Postpone
Practice
Advise
Recall
Regret
Report
Recent
resist

   Contoh : We enjoy seeing them again after so many years. 

CAUSATIVE HAVE/GET

 

   Causative have dan get digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan yang dilakukan orang lain untuk si Subjek. Causative have berarti menyuruh/memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, sedangkan causative get berarti meminta (dengan persuasif) seseorang melakukan sesuatu. 
                                   Rumus Active
S + have/has/had + Object¹ + V1 + Object²
S + get/gets/got + Object¹ + to V1 + Object

Contoh :
(1).  She   has   the shoemaker   mend   her shoes
        S               Someone/O¹         V1    something/O²
       (Dia menyuruh Pembuat sepatu  memperbaiki sepatunya)
                                             O¹                      V1                  O²
(2).  I had mechanic repair my car.
       (saya menyuruh mekanis memperbaiki mobil saya 

Contoh :
(1). She gets the shoemaker to mend her shoes.
       (Dia meminta Pembuat sepatu memperbaiki sepatunya)
              (2). I got the mechanic to repair my car.
                    (saya meminta mekanis memperbaiki mobil saya)
 
                          Rumus Passive
S + have/has/had + O + V3
S + get/gets/got + O + V3
      Contoh
      (1). The manager has the letter  typed.
                                                     O          V3
                                (Menejer menyuruh surat itu ditik)
                   (2). The manager gets the letter typed.
                    (Menejer meminta surat itu ditik)  

SUBJUNCTIVE WISH

SUBJUNCTIVE WISH

   Subjunctive/angan-angan digunakan untuk menyatakan/mengungkapkan harapan yang tidak dapat terpenuhi. 
          • Future
Rumus :  S¹ + wish + S² + could/would + V¹/be
            Contoh : I wish you would stop saying that.
                 (saya berharap kamu akan berhenti mengatakan itu)
                       I wish she would come to my party to night
                              (saya berharap dia akan dapat datang ke pesta saya minggu ini)
          • Present
Rumus : S¹ + wish + S² + V2/were
  Contoh : I wish you were old enough to marry me.
                         (saya berharap sekarang ini umurmu cukup tua untuk menikahi saya)
                 They wish they didn’t have to go to school today.
                         (mereka berharap sekarang ini mereka tidak harus pergi sekolah)
          • Past
Rumus : S¹ + wished + S² + had V3/could have V3
      Contoh : She wished she had had more time last night.
              (saya berharap tadi malam dia punya banyak waktu) 

RELATIVE PRONOUNS (kata ganti penghubung)

RELATIVE PRONOUNS (kata ganti penghubung) 


Relative Pronoun adalah kata yang digunakan untuk mengantikan salah satu pokok kalimat/bagian kalimat lainnya yang menghubungkan dua buah kalimat menjadi satu kalimat majemuk (complex sentence). Kata-kata yang digunakan sebagai penghubung yaitu: who, whom, whose, which, of which.
Rumus Umum :  
Jabatan dalam kalimat
orang
benda
Subjek
Objek
Kepunyaan (possesseve)
Who/that
Whom/that
whose
Which/that
Which/that
Of which
1.      Who/that: “yang”
Digunakan utk pengganti orang sbg subjek
Contoh: We know a lot of people.      They live in Jakarta
               S                     O                    S       
            We know a lot of people who live in Jakarta
   (They = a lot ao people, jabatan dalam kalimat subjek,) 

2.      Whom/that: “yang”
Digunakan untuk pengganti objek
Contoh: The girl feel in love with the man.      I met him last week.
                    S                                     O            S          O
              The girl feel in love with the man whom I met last week.
     (him = the man, jabatan sebagai objek)
                          

3.      whose: “yang punya”
Digunakan untuk mengganti kata ganti kepunyaan: my, your, our, his, their, its, her.
Contoh: We saw the people. Their car has been stolen.
               S               O           possessive
             We saw the people whose car had been stolen.
      (their car = mobilnya orang-orang. Orang yang dimaksud = the people) 

4.      which/that
Digunakan untuk mengganti kata benda/binatang sebagai subjek
Contoh:  I don’t like the stories.          They are printed in English.
                                         S
               I don’t like the stories that/which are printed in English.
(they = the stories/cerita adalah kata benda yg kedudukannya sebagai S)
My mother loves a red car very much.       I bought it last year.
                                                 O                                             O
               My mother loves a red car which/that I bought last year very much
( it = a red car, sebuah benda, jabatan sebagai objek)

6.      Of which
Digunakan untuk mengganti kata ganti kepunyaan/possessive untuk benda/binatang.
Contoh:   I sent the table back to the store.        Its  surface is not smooth.  
                                                                   Possessive
               I sent the table of which surface is not smooth back to the store.
(its surface/permukaannya meja. Meja yg dimaksud the table) 

7.      Where

8.      When