Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Pengertian ANATOMI


Terdiri dari kata ana­ yang berarti atas dan tomien yang berarti memotong. Anatomi berarti memotong dan mengangkat ke atas tubuh bagian makhluk hidup untuk mengetahui dan menyelidiki bagian yang ada di dalamnya.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama bagian tubuh dan susunan bagian tubuh itu dari bagian yang satu terhadap yang lain.
- Ilmu urai adalah ilmu yang memisahkan bagian tubuh makhluk hidup.
- Morphologi adalah ilmu yang mempelajari bagian bentuk bangunan makhluk hidup.
- Zootomi adalah anatomi hewan
- Phytotomi adalah anatomi tumbuh-tumbuhan.
- Cara mempelajari anatomi :
1. secara makroskopis (mata biasa)
2. secara mikroskopis (dengan mikroskop)

Dengan mikroskop dapat diketahui tubuh terdiri dari jaringan hingga sel.
Sesuai dengan titik berat dalam mempelajarinya, maka anatomi dapat dipisahkan menjadi :
1. ertologie : yang mempelajari tentang sel
2. hystologie : yang mempelajari tentang jaringan
3. osteologie : yang mempelajari tentang tulang
4. arthrologie : yang mempelajari tentang persendian
5. myologie : yang mempelajari tentang otot
6. neurologie : yang mempelajari tentang syaraf
7. antropologie : yang mempelajari tentang ukuran organ tubuh
Osteologi, arthrologie, dan myologie termasuk dalam kinesiologi (ilmu gerak)
Olahraga berarti melakukan gerak. Hal ini akan menyangkut tulang (pasif), otot (aktif), gerakan (persendian), sylema neuro moscullar (syaraf otot).

Anatomi dalam tinjauannya terdiri atas dua unsur pokok, yaitu :
1. Alat penggerak aktif
a. alat dalam : COR (jantung), Pulmo (Paru-paru)
b. otot (muscullus), urat (tendon), jaringan pengikat (ligamen)
2. Alat penggerak pasif
Tulang (os), tulang-tulang (ossa)

PEMBAGIAN TUBUH MANUSIA
Tubuh dibagi atas 4 bagian pokok, yaitu :
1. Cranium (tulang tengkorak)
2. Sceleton trunchi ( tulang badan)
3. Sceleton extrimitas superior
4. Sceleton extrimitas inferior

SIKAP ANATOMI
Manusia berdiri tegak, pandangan lurus ke depan, kedua tangan di samping badan dengan telapak tangan menghadap ke depan, dan kedua kaki sejajar ke arah muka belakang. Sikap ini ditentukan agar seragam dalam menentukan letak alat tubuh.


Selasa, 29 Mei 2012

Setek, Cangkok Dan Okulasi

Menyetek, mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri. Menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang relatif singkat (1-2 bulan). Sedangkan membuat okulasi bisa membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun.

a. Menyetek
Sebelum mempraktekan teknis menyetek tanaman, perlu disadari bahwa setiap jenis tanaman dapat dengan mudah disetek.
Dikenal 3 jenis setek, yaitu:
1. Setek lunak dan setengah lunak
2. Setek keras
3. Setek daun

b. Cangkok
Untuk mencangkok, dipilihlah dahan minimal sebesar pensil atau ibu jari, dan kulitnya mudah dikelupas (tidak lengket).
Teknik mencangkok
1. Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm
2. Buang lendirnya dengan mengerok atau melap dengan kain yang kering
3. Biarkan 3-4 hari
4. Kemudian tutup lukanya dengan mos yang dibasahi atau campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1
5. Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik, dan ikat baik-baik di bagian atas dan bawah
6. Dengan jarum lembaran plastik dilubangi agar sirkulasi udara dapat berlangsung.

c. Membuat Okulasi
Bagi yang telah biasa menanam satu jenis pohon misalnya buah-buahan dalam bentuk okulasi untuk dijadikan bonsai, tidak merupakan suatu problem yang pelit. Tapi tidak demikian halnya bagi seorang pendatang baru, yang ingin menyibukkan diri dalam seni bonsai dan harus didahului dengan membuat okulasi sendiri.
Bibit okulasi terdiri dari 2 (dua) bagian ialah :
1. Batang bawah (onderstam)
2. Batang atas (entrijs)
Langkah-langkah dalam perokulasian:
1. Batang pokok bersihkan 15 cm di atas tanah
2. Sayat kulit 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm, dengan membuat keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang
3. Tarik kulit ke bawah, sehingga merupakan lidah, kemudian potong separuhnya
4. Sayat mata dari dahan entrijs, dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas, panjang ± 4 cm di atas mata yang merata, sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok
5. Angket kayu perlahan-lahan tanpa merusak matanya
6. Kulit yang bermata, masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok, yang telah dibuka, dan tempelkan kembali, usahakan matanya tidak tertutup
7. Balut dengan tali raffia yang erat

Kamis, 24 Mei 2012

Mikroorganisme penghasil mikoprotein


Mikoprotein adalah bahan makanan yang berprotein tinggi yang dibuat dari jamur mikroskopis. Beberapa jamur adalah mikroorganisme dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Jamur sering digunakan sebagai bahan makanan. Ragi yang ada dalam roti dan digunakan untuk membuat ekstrak ragi dikenal sebagai marmite. Beberapa jenis keju berwarna kebiruan atau kehijauan karena mengandung jamur Penicillium requeforti. Tempe dibuat dengan menumbuhkan jamur Rhyzophus spp pada kacang kedele yang telah direbus. Semua makanan dari jamur tadi adalah makanan tradisional dan telah dimakan semenjak ribuan tahun yang lalu. Mikoprotein adalah bahan makanan yang baru dan bukanlah bahan makanan tradisional. Salah satu masalah dengan mikoprotein adalah keyakinan orang untuk memakan untuk pertama kalinya.

Bagaimana mikoprotein ditemukan ?
Mikoprotein ditemukan pada tahun 1960an, pada waktu itu suatu perusahaan makanan mencari mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat yang harganya murah menjadi bahan makanan yang berkadar protein tinggi. Perusahaan tersebut memutuskan untuk menggunakan jamur untuk menghasilkan bahan makanan. Untuk tumbuh jamur memerlukan bahan makanan, oleh sebab itu perusahaan mulai mencari jamur untuk ditumbuhkan di dalam suatu medium yang mengandung larutan gula.

Syarat-syarat jamur yang digunakan untuk bahan makanan adalah sebagai berikut.
a. Jamur harus tidak berbahaya untuk dimakan.
b. Jamur harus mengandung gizi yang tinggi.
c. Jamur yang cepat tumbuh.
d. Mempunyai rasa yang enak dan tekstur yang dapat digunakan sebagai makanan.

Dari seluruh dunia dikumpulkan tiga ribu jenis jamur kemudian diuji. Akhirnya jamur yang paling baik didapatkan dari kebun belakang suatu rumah di Bucking hamshire yang jaraknya 6 km dari laboratorium penelitian perusahaan. Jamur tersebut merupakan jamur mikroskopis yang tumbuh dengan cepat dalam larutan gula. Jamur tersebut dinamakan Fusarium graminearum. Proses penumbuhan dan pengujian jamur kemudian dimulai. Jamur tersebut diujicobakan kepada hewan dan manusia yang secara sukarela mau mencoba atau memakan untuk meyakinkan bahwa jamur tersebut tidak mempunyai pengaruh yang membahayakan terhadap manusia. Sebelum mikoprotein itu dinyatakan aman untuk dimakan dan dijual di Toserba untuk mengujicobakannya diperlukan waktu 10 tahun.

Cara Membuat Mikoprotein
Jamur mikroskopik ditumbuhkan di dalam larutan gula dan disimpan dalam tangki besar yang dinamakan fermentor. Gula yang diperlukan jamur untuk proses fermentasi diperoleh dari pemecahan amilum dari biji-bijian seperti tepung maizena atau terigu, tetapi dapat juga tepung kentang. Amoniak ditambahkan ke dalam fermentor untuk memenuhi kebutuhan nitrogen yang diperlukan jamur untuk membuat protein. Oksigen juga diperlukan agar jamur dapat bernapas. Temperatur dipertahankan 32’C. Segala sesuatu yang digunakan di dalam fermentor kecuali jamur harus steril. Jamur tumbuh sangat cepat sehingga beratnya menjadi 2 kali lipat setiap 5 jam.

Secara teratur jamur dikeluarkan dari fermentor, kemudian dipanaskan untuk merombak bahan-bahan yang mungkin membahayakan kesehatan jika dimakan. Mikoprotein berupa padatan berwarna kuning muda dengan sedikit rasa cendawan (mushroom). Mikoprotein itu sangat cocok untuk dijadikan makanan karena hampir tidak berasa, akan tetapi dapat diberi rasa dan warna sesuai selera. Tekstur mikoprotein dapat diubah dan dibuat menjadi makanan yang berbeda. Mikoprotein mengandung serat yang panjang, jika dibiarkan tumbuh lama akan menjadi tekstur yang kasar. Dengan lapisan-lapisan serat yang bergabung bersama, mikoprotein dapat berupa tekstur yang kenyal seperti daging. Dengan perlakuan sedikit berbeda mikoprotein dapat berupa tekstur daging ayam atau ikan. Burger berupa lempengan daging dan steak dapat dibuat dari mikoprotein. Mikoprotein dapat dibuat dalam bentuk tepung. Tepung ini dapat dijadikan bermacam-macam makanan kripik. Oleh sebab itu mikoprotein merupakan bahan makanan serba guna dan dapat dibuat menjadi beberapa jenis makanan yang berbeda. Mikoprotein biasanya dengan berat yang sama harganya sedikit lebih murah dari daging.

Pengarang: Dra. Sumastri; M.Si

Rabu, 23 Mei 2012

Organisme Laut dan Pemanfaatannya


Anda tentu masih ingat, pada kegiatan sebelumnya Anda telah mempelajari berbagai mineral perairan laut dan manfaatnya, sekarang pembahasan kita lanjutkan tentang organisme laut dan pemanfaatannya. Banyak organisme yang terdapat di laut, namun pada kegiatan ini kita batasi untuk mengupas organisme laut jenis Plankton, Nekton dan Bentos.

a. Plankton
Plankton terdiri dari dua jenis yaitu fitoplankton (golongan tumbuh-tumbuhan) dan zooplankton (golongan hewan).
1) Fitoplankton, adalah tumbuh-tumbuhan air yang berukuran kecil, ia melayang- layang di air dan merupakan organisme laut yang menjadi makanan utama bagi ikan-ikan laut berukuran sedang dan kecil. Ia mampu memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Contoh plankton ini yaitu Alga merah banyak terdapat di Laut Merah, Alga biru banyak terdapat di Laut Tropik, Dinophysis, Navicula dan lain-lain.
2) Zooplankton, adalah sebuah koloni (kelompok) yang terdiri dari berbagai-jenis hewan kecil yang sangat banyak jumlahnya. Contoh zooplankton misalnya Cope- poda, Tomopteris, Arrow Wori, Jelly Fish (ubur-ubur) dan Crustace.
Di samping menjadi makanan utama ikan, tumpukan bangkai plankton di laut dangkal juga merupakan bahan dasar bagi terbentuknya mineral laut seperti gas dan minyak bumi setelah mengalami proses panjang dalam jangka waktu ribuan bahkan jutaan tahun.

b. Nekton
Nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak sendiri ke sana ke mari seperti ikan-ikan laut, reptil laut, mamalia laut, cumi-cumi dan lain-lain. Nekton merupakan organisme laut yang sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi. Tumpukan bangkai nekton merupakan bahan dasar bagi terbentuknya mineral laut seperti gas dan minyak bumi setelah mengalami proses panjang dalam jangka waktu ribuan bahkan jutaan tahun.

c. Bentos
Bentos adalah organisme yang hidup di dasar laut baik yang menempel pada pasir maupun lumpur. Beberapa contoh bentos antara lain kerang, bulu babi, bintang laut, cambuk laut, terumbu karang dan lain-lain.
Tubuh bentos banyak mengandung mineral kapur. Batu-batu karang yang biasa kita lihat di pantai merupakan sisa-sisa rumah atau kerangka bentos. Jika timbunannya sangat banyak rumah-rumah binatang karang ini akan membentuk Gosong Karang, yaitu dataran di pantai yang terdiri dari batu karang. Selain Gosong Karang ada juga Atol, yaitu pulau karang yang berbentuk cincin atau bulan sabit.
Batu-batu karang yang dihasilkan oleh bentos dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, rekreasi, sebagai bahan bangunan dan lain-lain. Sedangkan zat kimia yang terkandung dalam tubuh bentos bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk permbuatan obat dan kosmetika.

Sumber: BSE

Spermatogenesis


Spermatogenesis terjadi pada organ reproduksi pria, yaitu testis. Spermatogenesis dimulai dengan pertumbuhan spermatogonium menjadi sel yang lebih besar disebut spermatosit primer. Sel-sel ini membelah secara mitosis menjadi dua spermatosit sekunder yang sama besar, kemudian mengalami pembelahan meiosis menjadi empat spermatid yang sama besar. Spermatid adalah sebuah sel bundar dengan sejumlah besar protoplasma dan merupakan gamet dewasa dengan sejumlah kromosom haploid.
Pada akhir proses, terjadi pertumbuhan dan perkembangan atau diferensiasi yang rumit, tetapi bukan pembelahan sel, yaitu mengubah spermatid menjadi sperma yang fungsional. Nukleus mengecil dan menjadi kepala sperma, sedangkan sebagian besar sitoplasma dibuang. Sperma ini mengandung enzim yang memegang peranan dalam menembus membran sel telur.

Spermatogenesis terjadi secara diklik di semua bagian tubulus seminiferus. Di setiap satu bagian tubulus, berbagai tahapan tersebut berlangsung secara berurutan. Pada bagian tubulus yang berdekatan, sel cenderung berada dalam satu tahapan lebih maju atau lebih dini. Pada manusia, perkembangan spermatogonium menjadi sperma matang membutuhkan waktu 16 hari.

Spermatogenesis dipengaruhi oleh hormon gonadotropin, Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing hormone (LH), dan hormon testosteron. Mari cermati.
a. Hormon Gonadotropin
Hormon gonadotropin dihasilkan oleh hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk merangsang kelenjar hipofisa bagian depan (anterior) agar mengeluarkan hormon FSH dan LH.
b. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
FSH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi mempengaruhi dan merangsang perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang memacu pembentukan sperma.
c. LH (Luteinizing Hormone)
LH dihasilkan oleh hipofisa anterior. Hormon ini berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel leydig) agar mensekresi hormon testosteron (androgen).
d. Hormon Testosteron
Hormon testosteron dihasilkan oleh testis. Hormon ini berfungsi merangsang perkembangan organ seks primer pada saat embrio, mempengaruhi perkembangan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder serta mendorong spermatogenesis.

Sumber: BSE  

Respon Imunitas Humoral


Respons imunitas humoral merupakan respons imun dari tubuh yang terjadi setelah agen yang masuk ke dalam tubuh. Makrofag akan memakan antigen dan dibawa untuk dikenali oleh sel T pembantu. Adanya antigen ini memicu sel T pembantu (penolong) mensekresikan molekul yang disebut interleukin. Interleukin adalah molekul yang mengaktifkan limfosit B untuk mengikat antigen. Kemudian, sel B mensekresikan antibodi. Antibodi berfungsi mengikat antigen dan menghancurkannya.

1. Struktur Antibodi
Antibodi merupakan suatu protein yang memiliki bentuk seperti huruf Y, dan disebut imunoglobin (Ig). Imunoglobin ini hanya diproduksi oleh sel B, imunoglobin yang berbentuk huruf Y ini, pada ujung percabangannya bertugas mengikat antigen; dan dasar huruf Y yang menentukan bagaimana antibodi menghancurkan antigen tersebut. Jenis-jenis antibodi adalah Ig M, Ig A, Ig D, dan Ig E.

2. Pengeluaran Antibodi
Bagaimanakah antibodi dikeluarkan oleh tubuh? Langkah pertama adalah penelanan antigen yang masuk ke dalam tubuh oleh sel-sel fagosit (makrofag), selanjutnya dengan suatu cara tertentu sel-sel fagosit berinteraksi dengan limfosit . Terkadang sebelum antigen masuk, tubuh telah memiliki limfosit yang mampu mengenali antigen tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya proses fagositosis. Dengan adanya fagositosis maka limfosit akan menyatu dengan antigen. Menyatunya antigen dengan limfosit terjadi di reseptor di permukaan sel yang identik sampai akhirnya antibodi dikeluarkan.
Sekali antigen melekat pada reseptor limfosit yang sesuai akan merangsang limfosit menghasilkan limfoblas dan akhirnya berkembang menjadi sel-sel plasma. Sel-sel plasma inilah yang akan menghasilkan antibodi.

3. Alergi
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan alergi? Contohnya, apabila kamu makan tiram maka timbul gatal-gatal pada kulitmu. Respon ini merupakan respon imun yang disebut alergi. Dalam peristiwa alergi limfosit T sangat berperan, selain itu antibodi juga berperan. Apabila orang terkena suatu alergen, antibodi IgE akan merangsang sel mast mengeluarkan histamin. Karena pengaruh histamine ini, maka orang akan merasa gatal-gatal, kulit melepuh, kulit merah-merah, bersin-bersin, dan mata bengkak. Untuk meringankan penderitaan ini, biasanya akan diberi antihistamin untuk menghalangi efek histamin.

Sumber: BSE  

Jenis Gangguan penglihatan


Jenis Gangguan penglihatan
1. Mata hipermetrop (rabun dekat), merupakan cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek sehingga penderita tidak dapat melihat benda dalam jarak dekat dengan jelas (terlihat kabur) karena bayangan jatuh di belakang retina. Penderita hipermetrop dapat dibantu dengan kaca mata yang menggunakan lensa cembung (positif) karena lensa cembung dapat memperpendek jatuhnya bayangan,
2. Mata miop (rabun jauh), merupakan cacat mata yang disebabkan oleh lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang sehingga penderita tidak dapat melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas (terlihat kabur) karena bayangan jatuh di depan retina. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa negatif atau cekung sehingga bayangan dapat tepat jatuh pada retina.
3. Mata presbiop, merupakan cacat mata yang disebabkan lensa kehilangan elastisitasnya, karena bertambahnya usia seseorang sehingga lensa mata kurang dapat berakomodasi. Cacat mata presbiop pada umumnya terdapat pada orang-orang yang lanjut usia (tua). Pada umumnya mereka dapat melihat jelas bila obyeknya jauh, sedangkan untuk melihat obyek yang dekat perlu bantuan kaca mata dengan lensa cembung (positif).
4. Mata astigmat, karena kornea mata tidak rata sehingga cahaya sejajar yang masuk mata tidak dapat difokuskan pada satu titik. Astigmat teratur dan tidak teratur. Astigmat teratur dapat dikoreksi dengan lensa silindris, sedangkan astigmat tidak tetatur tidak dapat dikoreksi.
5. Buta warna, merupakan penyakit keturunan. Mata normal memiliki 3 macam sel konus yang bekerja dengan baik disebut mata trikromat. Bila satu macam atau lebih sel konus tidak berfungsi, maka menyebabkan buta warna. Buta warna dikromat, bila memiliki 2 sel konus. Dengan demikian, buta warna merah (protanopia), hijau (deuteranopia), biru (tritanopia). Mata monokromat jika hanya memiliki satu macam sel konus yang normal. Hanya dapat membedakan warna hitam dan putih.
6. Rabun senja karena kekurangan vitamin A.

Sumber: BSE

Minggu, 13 Mei 2012

Pengertian Bakteri

Bakteri, berasal dari kata Latin, bakteri (jamak, bakteri); adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangat kecil (mikroskopis) dan sebagian besar uniseluler (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa inti / nukleus, sitoskeleton, dan organel seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri adalah prokariota, untuk membedakan mereka dari organisme yang memiliki sel lebih kompleks disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.

Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di simbion tanah, air, dan pada organisme lain. Banyak patogen bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 pM, meskipun ada spesies dapat mencapai 0,3 mm (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam struktur dari flagela kelompok lain.

Bakteri ini sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit manusia dan hewan (misalnya, Leptospira, yang menyebabkan penyakit serius ternak). Namun, beberapa bakteri, Actinomycetes, menghasilkan antibiotik seperti streptomisin dan nocardicin, yang lain tinggal di simbiosis dengan hewan (termasuk manusia) atau di tempat lain di tubuh mereka, atau pada akar tanaman tertentu, mengubah nitrogen menjadi bentuk yang bermanfaat. Bakteri menempatkan tang dalam yogurt dan asam dalam roti sourdough; bakteri membantu untuk menguraikan bahan organik mati, bakteri membentuk dasar jaringan makanan di banyak lingkungan. Bakteri tersebut penting karena fleksibilitas mereka yang ekstrem, kapasitas untuk pertumbuhan cepat dan reproduksi, dan usia besar - fosil tertua yang dikenal, hampir 3,5 miliar tahun, adalah fosil bakteri-seperti organisme.

Bakteri milik prokariota adalah bentuk sederhana dari sel yang memiliki ukuran diameter 1 sampai 10 pm. Karakteristik yang membedakan prokariotik ke sel eukariotik adalah inti di mana sel-sel prokariotik tidak memiliki inti atau membran nuklir adalah jelas. Bakteri memiliki struktur dua divisi yaitu:
1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Termasuk: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
2. Tambahan struktur (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Termasuk: kapsul, flagelum, pilus (pili), klorosom, gas vakuola dan endospora.

Bayi Tabung

Teknik Bayi Tabung dilakukan untuk membantu orang pasangan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan anak. Kesulitan ini sebagian karena jumlah sperma laki-laki sangat sedikit, saluran tuba wanita terlalu panjang dan sempit, sehingga sel telur dan sperma sulit bertemu untuk pembuahan. Atau juga bisa disebabkan oleh kelainan pada ovarium, seperti telur tidak diproduksi.
Wanita yang mengandung kista di ovarium dan defisiensi estrogen, sering mengalami kesulitan untuk hamil. Ada wanita yang terlalu gemuk dalam rahimnya banyak lemak, sehingga juga sulit untuk hamil. Bayi Tabung dilakukan dengan pencampuran sperma dan sel telur pasangan dalam tabung sehingga pembuahan (zigot). Zigot dalam nutrisi yang mengandung menengah akan tumbuh ke tahap tertentu, maka embrio dimasukkan ke dalam rahim wanita yang bersangkutan. Jika wanita tidak bisa hamil, wanita lain yang bersedia untuk digunakan sebagai ibu pengganti. Sehingga embrio dapat berkembang secara normal di dalam rahim, kondisi tubuh wanita yang menerima embrio disiapkan sedemikian rupa, seperti yang telah diberikan suntikan hormon untuk memperkuat dinding rahim dan siap menerima embrio implan. Jika implantasi berhasil, kehamilan akan terus seperti biasa dan bayi lahir jika sudah cukup bulan.

Rabu, 09 Mei 2012

Vakuola

Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan, dibatasi oleh membran yang identik dengan membran plasma. Vakuola sering terbentuk karena pelipatan membran sel ke arah dalam. Bahan atau buangan dapat ditemukan di dalam vakuola.
Sel tumbuhan berisi banyak vakuola kecil-kecil, tetapi dengan matangnya sel, terbentuklah vakuola tengah yang besar. Molekul makanan yang terlarut, bahan buangan, dan pigmen sering terdapat di dalamnya.
Vakuola memiliki beberapa fungsi, antara lain:

1 ) Memasukkan air melalui tonoplas yang bersifat diferensial permiabel untuk membangun turgor sel.

2) Vakuola ada yang berisi pigmen dalam bentuk larutan, seperti antosian, termasuk antosianin yang berwarna merah, biru, dan lembayung, juga warna gading dan kuning. Antosian dapat memberi warna pada bunga, buah, pucuk, dan daun. Hal ini, berguna untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan atau persebaran biji.

3) Vakuola tumbuhan, kadang-kadang mengandung enzim hidrolitik yang dapat bertindak sebagai lisosom waktu hidup. Setelah sel mati, tonoplas kehilangan sifat diferensial permiabelnya sehingga enzim-enzimnya lolos keluar menyebabkan autolisis (penghancuran diri).

4 ) Menjadi tempat timbunan sisa-sisa metabolisme, seperti kristal kalsium oksalat dan beberapa alkaloid, seperti tanin. Lateks (getah) dapat berkumpul dalam vakuola dalam bentuk emulsi. Sel khusus yang berfungsi seperti ini disebut latisifer, misalnya pada Hevea brasiliensi dan Cannabis sativa.

5) Menjadi tempat penyimpanan zat makanan terlarut yang sewaktu-waktu dapat digunakan oleh sitoplasma. Misalnya, sukrosa dan garam mineral.

BSE

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah serat tipis panjang berdiameter 5 - 6 nm, terdiri atas protein yang disebut aktin. Banyak mikrofilamen membentuk kumpulan atau jaringan pada berbagai tempat dalam sel, misalnya terbentuknya mikrofilamen yang memisahkan kedua sel anak yang akan membelah. Selain itu, mikrofilamen berperan dalam gerakan atau aliran sitoplasma. Mikrofilamen juga merupakan ciri-ciri yang penting dalam sel yang berubah-ubah bentuknya.


BSE

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah silinder protein yang terdapat pada sebagian besar sel hewan dan tumbuhan. Diameter luarnya kira- kira 25 nm dan diameter lumennya sekitar 15 nm. Protein yang membentuk mikrotubulin disebut tubulin. Ada dua macam tubulin, yaitu α tubulin dan β tubulin. Kedua tubulin ini memiliki susunan asam amino yang berbeda. Dua molekul (α tubulin dan β tubulin) bergabung membentuk dimer. Dimer adalah blok bangunan yang membentuk mikrotubulus. Dimer membentuk dinding silinder dalam bentuk heliks . Mikrotubulus bersifat kaku sehingga penting dalam memperta - hankan atau mengontrol bentuk sel.

Mikrotubulus berperan dalam pembelahan sel, karena setiap kromosom bergerak ke kutub pembelahan yang terikat pada gelendong mitotik yang dibentuk oleh mikrotubul. Selain itu, mikrotubul berguna sebagai saluran bagi arus zat sitoplasma di dalam sel dan merupakan komponen stuktural yang penting dari silia dan flagela.

BSE

Peroksisom

Peroksisom besarnya hampir sama dengan lisosom (0,3 - 15 µm), dan dibatasi oleh membran tunggal. Peroksisom dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Peroksisom juga penuh berisi enzim dan yang paling khas adalah katalase. Enzim ini mengkatalis perombakan hidrogen peroksida (H2O2), yaitu produk yang berpotensi membahayakan metabolisme sel.

Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin dalam sel. Pada hewan, peroksisom terdapat pada sel-sel hati dan ginjal. Sedangkan, pada tumbuhan, terdapat pada berbagai tipe sel. Peroksisom sel-sel tumbuhan sering mengandung bahan-bahan yang terkristalisasi.

BSE

Lisosom

Lisosom adalah struktur yang agak bulat dan dibatasi oleh membran tunggal. Diameternya sekitar 1,5 µm. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh dengan protein.Lisosom mengandung berbagai macam enzim yang mampu melakukan hidrolisis makromolekul-makromolekul, seperti polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan protein di dalam sel. Enzim-enzim hidrolitik ini terkurung di dalam lisosom sehingga menghalangi mencerna komponen-komponen dalam sel. Jika enzim-enzim hidrolitik ini merembes keluar dari lisosom, maka isi sel dapat terhidrolisis. Oleh karena itu, lisosom dinamakan kantung pembunuh diri.

Apabila bahan di dalam sel harus dicerna, mula-mula bahan tersebut digabungkan dengan lisosom, kemudian dihidrolisis. Bahan-bahan tersebut adalah struktur subseluler lain, misalnya mitokondria yang telah berhenti berfungsi, partikel-partikel makanan, atau bakteri yang merugikan.

Lisosom juga berperan penting untuk menghancurkan sel- sel yang tidak berfungsi lagi. Bila sel luka atau mati, lisosomnya membantu dalam menghancurkannya. Misalnya, ekor kecebong yang secara bertahap dihancurkan oleh lisosom.

BSE

Badan golgi

Badan golgi terdapat di dalam semua sel, kecuali sperma dewasa dan sel darah merah. Badan golgi terdiri atas anyaman saluran yang tidak teratur yang tampak seperti susunan membran yang sejajar tanpa granula. Bagian-bagian tertentu saluran ini dapat membesar membentuk suatu kantung atau vesikula yang berisi zat.

Badan golgi amat penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Badan golgi digunakan sebagai tempat penimbunan sementara protein dan zat-zat lain yang dibuat dalam retikulum endoplasma. Zat- zat ini dalam badan golgi dibungkus kembali dalam kantung-kantung besar (vesikula). kemudian vesikula tersebut bergerak ke permukaan sel (membran plasma), lalu membran vesikula membuka dan mengeluarkan isinya ke luar sel.

Badan golgi juga merupakan tempat sintesis polisakarida, misalnya pada mukus. Selulosa yang disekresikan oleh sel tumbuhan untuk membentuk dinding sel, disintesis pada badan golgi.

BSE

Retikulum endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan sistem membran yang sangat luas di dalam sel. Retikulum endoplasma di bawah mikroskop elektron, tampak seperti rongga atau tabung pipih yang saling berhubungan dan menutupi sebagian besarsitoplasma. Membran-membran ini mempunyai struktur lipid protein yang sama dengan membran lain dalam sel tersebut. Setiap membran pada retikulum endoplasma memiliki satu permukaan yang menghadap sitosol dan yang lain menghadap bagian dalam rongga tersebut.

Retikulum endoplasma (RE) dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu retikulum endoplasma kasar (RE granular) yang banyak mengikat ribosom dan retikulum endoplasma halus (RE agranular) yang hanya terdiri atas membran saja. Kedua macam Retikulum endoplasma ini, dapat ditemukan di dalam satu sel yang sama. RE agranular mempunyai peranan dalam proses sekresi sel dan sintesis lemak, fosfolipid dan steroid. Sedangkan, RE granular berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Di samping itu, retikulum endoplasma juga berfungsi sebagai sistem transpor substrat dan hasil-hasil dari sitoplasma ke luar sel dan ke nukleus.

BSE

Ribosom

Ribosom merupakan struktur yang paling kecil dengan garis tengah lebih kurang 20 nm, berbentuk bulat, dan tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama.

Ribosom berfungsi sebagai tempat pembuatan protein. Ribosom dapat terikat pada membran retikulum endoplasma atau terdapat bebas dalam matriks sitoplasma. Umumnya, ribosom yang menempel pada RE berfungsi mensintesis protein untuk dibawa keluar sel melalui RE dan golgi kompleks. Sedangkan, ribosom yang terdapat dalam sitoplasma, mensintesis protein untuk keperluan dalam sel. Dalam sel terdapat kelompok yang terdiri atas lima atau enam ribosom yang disebut polisom yang merupakan unit fungsional yang efektif dalam sintesis protein.

BSE

Mitokondria

Mitokondria adalah benda-benda bulat atau berbentuk batang yang ukurannya berkisar antara 0,2 µm sampai 5 µm. Jumlahnya berkisar dari hanya beberapa buah sampai lebih dari 1000 buah per sel. Sel-sel yang aktif atau yang memerlukan energi lebih besar memiliki mitokondria yang lebih banyak, misalnya sel hati yang mengandung lebih dari 1000 mitokondria.

Setiap mitokondria dibungkus oleh suatu membran ganda. Membran dalam maupun membran luar terdiri atas suatu lapisan ganda molekul fosfolipid. Membran luar bersifat licin, sedangkan membran dalam melipat berulang-ulang menjadi lipatan-lipatan yang masuk ke dalam ruang mitokondria sehingga membran dalam menjadi luas. Lipatan dalam ini, disebut krista.

Di dalam krista terdapat enzim untuk sistem transmite electron yang sangat penting dalam mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang disimpan di dalam ATP. Energi ATP ini digunakan oleh sel untuk melakukan berbagai kegiatan. Oleh karena itu, mitokondria cenderung berkumpul di daerah sel yang paling aktif, misalnya sel saraf dan sel otot. Kedua jenis sel tersebut mengandung banyak mitokondria, karena paling aktif terlibat dalam transmisi impuls listrik, kontraksi, dan sekresi.

BSE

Nukleus

Nukleus merupakan organel terbesar dalam sel, terdapat di semua sel eukariotik, kecuali sel-sel pembuluh floem dewasa dan sel darah merah mamalia dewasa. Bentuk inti umumnya bulat hingga lonjong dengan garis tengah ± 10 µm (mikro meter) dan panjangnya ± 20 µm. Umumnya tiap sel hanya memiliki satu inti, tetapi ada juga organisme yang memiliki inti lebih dari satu. Contohnya, Paramecium yang memiliki dua inti, yaitu mikronukleus dan makronukleus.

Nukleus memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sel, karena berfungsi mengendalikan seluruh kegiatan sel. Hal ini disebabkan karena inti sel mengandung informasi genetika dalam bentuk DNA (deoxyribonucleic acid). DNA mampu mereplikasi (membuat tiruan diri) yang diikuti oleh pembelahan inti. Sehingga, inti duplikasinya mengandung DNA yang sama seperti induknya. Nukleus terbungkus oleh selaput inti dan mengandung kromatin, satu atau dua nukleolus, dan nukleoplasma.

Selaput inti terdiri atas dua lapis membran. Selaput luar berhubungan langsung dengan retikulum endoplasma, retikulum endoplasma tertutup oleh ribosom dan terlibat dalam sintesis protein. Pada selaput inti terdapat pori- pori yang memungkinkan pertukaran zat-zat antara nukleus dan sitoplasma, misalnya keluarnya RNAd (ribonucleic acid duta), masuknya protein ribosom, nukleotida, dan molekul yang mengatur kegiatan DNA.

Di dalam inti terdapat nukleoplasma atau getah inti yang berbentuk gel. Nukleoplasma mengandung berbagai substansi kimia, seperti ion-ion, protein, enzim, dan nukleotid. Kromatin tersusun atas untaian DNA yang terikat pada protein dasar.

Kromatin berarti materi berwarna, karena sifatnya yang mudah menyerap warna agar bisa dilihat di bawah mikroskop. Pada proses pembelahan sel, kromatin menyerap zat pewarna secara intensif sehingga lebih mudah dilihat. Benang kromatin mengerut (memendek) menyerupai benang terpilinyang disebut kromosom. Nukleolus memiliki bentuk bulat, terdapat di dalam nukleoplasma yang berfungsi dalam pembuatan RNA. Selain itu, nukleolus mengandung banyak DNA yang bertindak sebagai organisator nukleus dan mengandung salinan gen-gen yang memberi kode RNA ribosom. Nukleolus akan melarut dan tidak tampak lagi dalam profase (tingkat awal dalam proses pembelahan sel) dan akan dibuat lagi oleh organisator pada akhir pembelahan sel (telofase).

bse

Selasa, 08 Mei 2012

Bioteknologi dan Peranannya


ioteknologi merupakan aplikasi untuk bidang industri yang dibuat dalam teknik dan instrumen dari penelitian biologis yang bertujuan untuk meningkatkan kegunaan tumbuhan dan hewan mikroorganisme untuk penggunaan yang spesifik (Encyclopedia Britannica, 2006).

Dari pengertian diatas terdapat beberapa poin penting pada bioteknologi, yaitu :
    • Aplikasi untuk industri.
    • Pendayagunaan penelitian biologis untuk mengembangkan makhluk hidup yang ada.
    • Penggunaan yang spesifik.
Bioteknologi akan menghasilkan luaran yang disebut GMO ( Genetically Modified Organism ) yang berguna untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Menurut WHO, fungsi dari GMO adalah sebagai berikut:

Meningkatkan produktivitas pangan
Dengan adanya GMO maka produksi pangan seperti kecap dan yoghurt bisa berlangsung terus. Produktivitas pangan bisa berlanjut.

Meningkatkan nilai nutrisi pangan
GMO dapat meningkatkan nilai nutrisi pangan Lactobacillus acidophilus karena mampu menambahkan nutrisi pada pangan yang dijadikan substrat hidupnya. Mikroba non pathogen antara lain Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus, dan mikroba yang tergolong probiotik yaitu dan Bifidobacterium mampu memproduksi asam asetat dan beberapa asam amino serta vitamin-vitamin yang diproduksi oleh mikroba, dan merupakan prekursor pembentukan hemoglobin Asam asetat dan beberapa asam amino serta vitamin-vitamin yang diproduksi oleh mikroba, adalah merupakan precursor pembentukan hemoglobin (Adriani, diakses tanggal 16 Mei 2010).

Meningkatkan kesehatan manusia (konsumen)
Meningkatnya nilai nutrisi pada makanan/minuman, dapat meningkatkan kesehatan konsumennya. Seperti yang telah djelaskan pada poin sebelumnya bahwa dengan GMO nutrisi pangan bisa meningkat sehingga kesehatan konsumen bisa meningkat.

Mengurangi penggunaan bahan kimia pada pertanian
Dengan adanya GMO , produsen dapat beralih dari zat kimia dalam produksinya. Dengan itu , efek dari zat kimia juga dapat dikurangi.

Meningkatkan pendapatan petani
GMO bisa menumbuhkan potensi untuk berdirinya industri yang menggunakan GMO. Dengan berdirinya industri-industri tersebut maka bahan segar pertanian dibutuhkan. Dibandingkan bila bahan segar tersebut dijual biasa saja (dijual segar) dengan dijual untuk industri tersebut maka keuntungan petani akan lebih besar bila bahan segar tersebut dijual untuk industri yang menggunakan GMO. Dengan demikian secara tidak langsung GMO berperan dalam meningkatkan pendapatan petani.

Mempertahankan keberlangsungan dan ketahanan pangan.
GMO (Genetically Modified Organisms) sebagai contoh adalah bakteri Lactobacillus bulgaricus bisa melakukan proses metabolisme secara terus menerus tanpa lelah. Hal tersebut bisa menjadi keuntungan bagi produsen dimana produsen bisa melakukan proses produksi pangan tanpa berhenti. Dengan adanya proses produksi yang bisa terus menerus maka keberlangsungan pangan bisa terjamin. Contoh lainnya adalah penggunaan bakteri yang telah direkayasa dengan jalan rekombinan DNA. DNA virus berisi zat pestisida alami disisipkan pada bakteri tertentu, kemudian bakteri tersebut dibiakkan dalam tanaman padi (misalnya) sehingga padi tersebut bisa menghasilkan pestisida sendiri. Dengan terjaminnya pangan-pangan diatas karena peran GMO maka keberlangsungan dan ketahanan pangan bisa terjadi.