Rabu, 23 Mei 2012

Hambatan-HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL


HAMBATAN-HAMBATAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. BAHASA
Bahasa merupakan hambatan yang bersifat klasik. Di dunia tidak ada satupun bahasa yang diterima oleh seluruh bangsa. Kendala tersebut biasanya diatasi dengan memberikan kemampuan bahasa bagi manajer0manajer internasionalnya atau memekai jasa penerjemah. Walapun begitu, budaya setempat ikut berpengaruh pada penggunaan bahasa, sehingga budaya setempat perlu dipelajari oleh manajer internasional.
2. Adat dan Budaya
Adat dan budaya yang berbeda antar negara akan dapat menyebabkan masalah dalam hubungan bisnis. Di negara-begara barat dan belahan dunia yang lain, apabila seseorang menghadiri undangan seseorang, maka ia akan berusaha tepat waktu. Di philipina, apabila seseorang datang tepat waktu diartikan sebagai kekurangajaran.
3. KURS
Kurs dapat menjadi masalah potensial dalam perdagangan internasional. Apabila sebuah perusahaan ingin berbisnis dengan perusahaan lain, akan mengalami kesulitan untuk mengkonversi mata uang partnernya ke dalam mata uangnya.
4. Politik dan Proteksionisme
Proteksionisme adalah suatu falsafah perdagangan internasional yang menghendaki diciptakannya hambatan terhadap impor untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan dari negara lain.
5. Proteksionisme
Proteksionisme dapat dijalankan dengan menggunakan bea masuk, kuota, dan embargo. Bea masuk (tariff or impor duty) adalah pajak yang dikenakan untuk barang barang impor. Dengan dikenakannya pajak atas barang barang impor akan membuat barang impor tersebut menjadi mahal sehingga produk lokal dapat bersaing dengan produk impor.
Kuota adalah pembatasan jumlah barang impor yang dapat dijual disuatu negara. Kuota lebih membatasi dibandingkan ba masuk, karena jelas jelas melarang perusahaan-perusahaan dinegaranya mengimpor beberapa atau seluruh produk yang dijual dinegara tertentu. Embargo erat kaitannya dengan politis.
6. Konflik
Bisnis skala internasional seringkali menghadapi konflik. Konflik seringkali terjadi antara negara asal (home country) dan negara tempat operasi (host country). Konflik biasanya berkisar antara permasalahan ekonomi dan kekuasaan.

Sumber: BSE  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar