Senin, 14 Mei 2012

Ketimpangan Distribusi Pendapatan

Kita telah memahami bahwa kemakmuran suatu negara bisa dilihat dari pendapatan nasional atau pendapatan perkapita. Semakin tinggi perolehan pendapatan perkapita maka tingkat kemakmurannya relatif baik dan sebaliknya. Tetapi perlu diingat pula bahwa tingkat perkapita yang tinggi tidak menjamin masyarakatnya dapat menikmati kemakmuran. Pendapatan perkapita hanyalah sebuah gambaran umum dari tingkat kesejahteraan suatu negara tanpa membedakan status dan posisi kehidupan masyarakatnya.

Cara distribusi pendapatan nasional akan menentukan bagaimana tingkat oendapatan nasional yang tinggi akan mampu menciptakan perbaikan masyarakat, seperti mengurangi kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan. Pendistribusian pendapat yang tidak merata justru akan menciptakan kemakmuran golongan masyarakat tertentu saja. Indikator yang digunakan untuk mengetahui adanya ketimpangan distribusi pendapatan nasional adalah dengan Indeks Gini (Gini Index)

Besar koefisien Gini dimulai dari 0 sampai dengan 1. Jika koefisien Gini 0 atau mendekati 0 artinya distribusi pendapatan merata dan sempurna, dan sebaliknya jika koefisien Gini menunjukkan angka 1atau mendekati angka 1 artinya terjadi ketimpangan dalam distribusi pendapatan nasional. Selanjutnya berapapun nilai koefisien gini yang diperoleh akan digambarkan dalam sebuah kurva yang di sebut dengan Kurva Lorenz.
Contoh titik tengah garis diagonal menunjukkan 50% dari pendapatan didistribusikan persisi untuk 50% jumlah penduduk. Semakin jauh jarak garis kurva lorenz dengan garis diagonal semakin tinggi ketidakmerataanya, sebaliknya semakin dekat dengan garis diagonal maka semakin tinggi kemerataanya. Suatu distribusi semakin merata jika nilai koefisien gini mendekati nol (0) dan sebaliknya (daerah B merupakan daerah besarnya ketimpangan). Apabila pendapatan dibagi secara merata maka semua titik berada pada garis diagonal sehingga nilainya nol (B tidak ada ) sebaliknya jika pendapatan hanya dinikmati satu pihak saja maka nilai koefisien Gini satu (1) dan daerah B sama dengan segitiga OP1 (A tidak ada/berimpit).

bse

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar