Selasa, 08 Mei 2012

Metode Harga pokok Proses


Metode harga pokok proses adalah suatu metode untuk membebankan biaya ke produk sejenis yang diproduksi secara massal, berkesinambungan lewat serangkaian langkah produksi yang disebut proses. Metode harga pokok proses umumnya dijumpai dalam industri tekstil, kimia, cat dan perminyakan.

Di dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu untuk setiap pengolahan produk. Harga pokok persatuan produk yang diperoleh dengan membagi jumlah biaya produk yang telah dikeluarkan selama jangka waktu atau periode tertentu. Untuk perhitungan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode tertentu, produk yang masih dalam proses pada akhir periode harus dinyatakan dalam unit ekuivalen yaitu berupa satuan produk selesai yang diperkirakan dapat dihasikan dari produk yang masih dalam proses produksi tersebut. Biaya-biaya yang dikeluarkan diikhtisarkan dalam laporan biaya produksi, yang merupakan alat untuk pengumpulan data biaya produksi. Langkah-langkah kalk
1. Mengumpulkan biaya bahan baku, upah langsung dan biaya overhead oleh bagian-bagian.
2. Menetapkan harga pokok persatuan untuk tiap bagian.
3. Memindahkan biaya-biaya dari bagian yang satu ke bagian yang lain ke barang jadi. 4. Membebankan biaya-biaya kepada persediaan barang dalam proses

Dari penggambaran di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri kalkulasi metode harga pokok proses adalah :
a. Biaya-biaya dibebankan kepada perkiraan-perkiraan dalam proses untuk setiap bagian.
b. Biaya produksi dikumpulkan dan dilaporkan oleh bagian-bagian.
c. Barang-barang dalam proses pada akhir suatu periode dinyatakan dalam satuan yang selesai 100%.
d. Jumlah biaya yang dibebankan kepada suatu bagian di bagi banyaknya produksi dari bagian itu untuk menentukan harga pokok rata-rata suatu periode tertentu.
e. Harga pokok dari satuan yang rusak diperhitungkan dan ditambahkan pada harga pokok dan satuan-satuan yang selesai dan utuh.
f. Harga pokok dari satuan-satuan yang selesai dari suatu bagian proses produksi berikutnya untuk memperoleh harga pokok aktif dari produksi jadi selama suatu periode.

Masalah yang sering timbul di dalam sistem harga pokok proses adalah dalam menghitung jumlah barang yang diproduksi pada suatu periode. Jumlah produksi selama suatu periode terdiri dari barang yang mulai dan selesai diproduksi, barang yang diproduksi tetapi belum selesai dan barang yang diproduksi pada periode sebelumnya dan selesai pada periode sekarang. Cara umum yang dapat digunakan untuk menjumlahkan kuantitas ketiga jenis barang

Sumber: UPN

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar