Sabtu, 05 Mei 2012

Mikroorganisme penghasil antibiotik


Antibiotik yang pertama ditemukan adalah penisilin oleh Alexander Fleming tahun 1928 dan kemudian dikembangkan oleh Harold Florey pada tahun 1938. Penisilin telah diproduksi dan dipasarkan pada tahun 1944. Penisilin dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum, tetapi pada mulanya antibiotik yang dihasilkan sangat sedikit. Setelah dilakukan penelitian yang ekstensif ditemukan strain, kemudian dengan me-manipulasi gen, mutasi, dan teknik fusi sitoplasma telah dihasilkan strain jamur yang produksinya lebih tinggi.

Penicillium menghasilkan banyak penisilin pada waktu sel-sel berhenti tumbuh. Substrat gula mempengaruhi jumlah penisilin yang dihasilkan dan pada tahun 1940 dengan cairan jagung. Medium mengandung nutrisi yang disuplai dengan larutan glukosa adalah optimum untuk pertumbuhan sel dan produksi penisilin. Untuk memproduksi penisilin memerlukan waktu fermentasi 7-8 hari. Jamur Cephalosporium menghasilkan sepalosporin C, dan meru pakan antibiotik yang menguntungkan dan dapat membunuh bakteri yang tahan terhadap penisilin.

Kemudian ditemukan streptomisin yang dihasilkan oleh mikroba yang berfilamen yaitu Streptomyces griseus dapat membunuh bakteri patogen yang tahan terhadap penisilin atau sepalosporin dan telah digunakan secara intensif untuk mengobati penyakit tuberkulosis. Kemampuan bakteri untuk menjadi resisten terhadap antibiotik tertentu merangsang peneliti untuk menemukan senyawa antibiotik baru. Antibiotik tidak secara langsung dikode oleh gen. Kebanyakan dibuat di dalam sel, selanjutnya reaksi dikatalis oleh enzim. Enzim disusun berdasarkan instruksi gen spesifik. Oleh karena itu antibiotik baru tidak mungkin dihasilkan dengan memasukkan satu atau dua gen ke mikroba. Rekayasa genetik dapat menciptakan antibiotik modifikasi dengan menggunakan enzim mikroba untuk memodifikasi antibiotik yang dihasilkan secara normal.

Antibiotik jenis baru dapat dihasilkan dengan fusi sel. Kebanyakan sel mikroba bereproduksi dengan pembelahan sel. Fusi sel akan membentuk kombinasi gen yang baru. Gen menginstruksikan sel untuk membuat antibiotik baru yang mungkin ada dalam sel. Dengan fusi sel gen-gen ini akan diaktifkan, enzim-enzim baru disintesis dan mikroba membuat antibiotik. Saat ini telah banyak dihasilkan bermacam-macam antibiotik untuk kemoterapi kanker yaitu aklasinomisin A yang dihasilkan oleh Streptomyces galilaeus. Aktinomisin D oleh S. antibiotikus, bleomisin oleh S. Verticillium, dan daurubisin oleh S. peucetius. Mitramisin dihasilkan oleh S. argillaceus, antibotik mitomisin C oleh S. lavendulae, dan nogamisin oleh S. novagalater.

Pengarang: Dra. Sumastri; M.Si

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar