Selasa, 08 Mei 2012

Mikroorganisme Penghasil Protein Sel Tunggal


Protein yang dihasilkan dengan menggunakan jasa mikroorganisme bersel satu disebut protein sel tunggal. Mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai penghasil protein yang telah diteliti para ahli adalah bakteri, ragi, jamur, dan ganggang. Mikroorganisme bersel satu yang digunakan sebagai sumber makanan untuk manusia mulai dikembangkan pada awal abad ke 19, khususnya dari golongan ragi Torula. Torula ini mula-mula ditemukan oleh Henneberg (1926) yang terkontaminasi pada pabrik ragi (Saccharomyces) di Jerman dan diberinya nama Torula utilis. Ragi ini banyak digunakan untuk membuat makanan ternak. Ragi ini oleh Lodder J. dan Kreger van Rij (1952) dimasukkan ke dalam genus Candida.

Selama perang Dunia II (1939-1948) ragi Candida utilis telah digunakan sebagai makanan oleh tentara Jerman. Ganggang dari genus Spirulina juga telah lama digunakan sebagai sumber protein oleh manusia. Kemudian ganggang Chlorella sp dan Scenedermus sp juga telah digunakan sebagai sumber protein. Ganggang Chlorella telah diolah dan dibuat dalam bentuk tablet dengan nama sunchlorella. Bakteri dan ragi lebih cepat berkembangbiak dan kandungan proteinnya lebih tinggi daripada yang terkandung pada jamur berfilamen dan ganggang. Waktu untuk memperbanyak sel bakteri dan ragi 20-120 menit, sedangkan ganggang dan jamur 2-5 jam.

Oleh sebab itu bakteri dan ragi sangat menarik sekali untuk diproduksi, tetapi kelemahannya adalah bakteri dan ragi mengandung asam nukleat yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang terkandung pada jamur berfilamen. Hal ini merupakan halangan untuk dapat digunakan sebagai makanan manusia. Di samping itu untuk mengambil hasilnya juga mengalami kesukaran karena ukuran bakteri dan ragi sangat kecil. Jamur dan ganggang kecepatan perkembangbiakannya lebih lambat dan kandungan asam nukleatnya juga rendah yaitu kira-kira 5 % dan umumnya untuk pengambilan hasilnya juga tidak mengalami kesulitan. Penggunaan PST untuk makanan manusia masih terbatas, antara lain karena kadar asam nukleatnya tinggi, dinding selnya keras, warna, bau, dan rasa yang kurang enak, serta sifat karsinogenik yang berasal dari sisa medium yang digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme atau hasil reaksi kimia selama proses pembuatan.

Kadar asam nukleat dalam PST dapat dikurangi antara lain dengan cara mengaktifkan enzim ribonuklease atau menambahkan enzim ribonuklease, mengendapkan dengan menambahkan bahan-bahan kimia. Kelebihan Protein Sel Tunggal adalah sebagai berikut.
a. Perkembangan mikroorganisme sangat cepat jika dibandingkan dengan tanaman maupun hewan.
b. Mikroorganisme mudah dimodifikasi secara genetik, misalnya dengan cara dimutasi untuk perbaikan produksi.
c. Kandungan protein mikroorganisme lebih tinggi dibandingkan dengan protein hewani
d. Mikroorganisme dapat menggunakan macam-macam medium antara lain petroleum, metana, metanol, selulosa, dan serbuk gergaji.
e. Untuk memproduksi PST tidak memerlukan tanah yang luas dan tidak tergantung iklim jika dibandingkan dengan memproduksi tumbuhan atau hewan ternak.
f. Mikroorganisme dapat dipilih yang tepat dan unggul secara genetik.
g. Campuran-campuran PST dan hasil produksi dapat disesuaikan dengan permintaan pasaran.

Pengarang: Dra. Sumastri;  M.Si

Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. kok nggak ada penjelasan tentang mikroorganisme penghasil sel tunggal...?

    BalasHapus