Selasa, 08 Mei 2012

Pembuatan Antibodi Monoklonal dengan Hibridoma


Apakah Antibodi itu?
Antibodi dibuat oleh tubuh untuk merespon serangan bakteri atau virus. Antibodi ini melindungi tubuh terhadap serangan infeksi. Antibodi dihasilkan oleh sel-sel limfosit dan dapat juga dihasilkan dengan menumbuhkan sel-sel ini dalam laboratorium. Sel-sel tersebut kemungkinan menghasilkan sejumlah besar antibodi yang sejenis, ini dikenal sebagai antibodi monoklonal. Untuk memahami bagaimana hal ini bekerja, terlebih dahulu diperhatikan pengujian mekanisme alami dari tubuh untuk membentuk antibodi.

Dimana antibodi dibuat?
Antibodi dibuat oleh sel-sel khusus yang dinamakan limfosit. Limfosit dibuat dalam kelenjar lim dan limpa. Anda dapat mdrasakan bengkak pada ketiak atau pada leher bagian samping di bawah telinga jika Anda sedang sakit. Yang membengkak ini adalah kelenjar limfa yang bekerja keras menghasilkan antibodi untuk melawan penyakit Anda. Kelenjar limfa dapat menghasilkan sepuluh ribu limfosit yang berbeda. Masing-masing limfosit menghasilkan antibodi yang berbeda jika diperlukan oleh tubuh.

   Antibodi Monoklonal
Jika dihasilkansejumlah besar sel-sel yang identik, sel-sel ini dinamakan juga klon. Jika banyak sekali sel-sel sejenis dihasilkan, sel- sel ini dinamakan monoklonal. Ilmuwan tertarik untuk mempelajari antibodi yang dihasilkan oleh satu jenis limfosit, untuk melakukan hal ini mereka harus merangsang limfosit untuk bereproduksi di luar tubuh. Limfosit ini kemudian menghasilkan antibodi yang sejenis untuk mereka pelajari.

Bagaimana antibodi monoklonal dihasilkan di Laboratorium ?
Cesar Milstein dan George Kohler, adalah dua ilmuwan yang pertama menghasilkan antibodi monoklonal di laboratorium pada tahun 1975. Pada tahun 1984 mereka menerima hadiah Nobel untuk penelitian ini. Masalah besar yang harus mereka atasi adalah limfosit cepat mati jika berada di luar tubuh. Milstein dan Kohler harus merangsang limfosit untuk dapat hidup di luar tubuh makhluk hidup dan berkembangbiak dalam tabung reaksi. Untuk melakukan hal ini mereka menggunakan sel-sel tumor. Sel tumor ini disebut juga sel mieloma. Sel-sel mieloma kehilangan kontrol untuk berkembangbiak secara terkendali dan menghasilkan satu jenis antibodi, oleh sebab itu tumor dalam tubuh dapat menjadi masalah yang serius dan beberapa jenis tumor dapat menyebabkan kanker. Mieloma dihasilkan oleh sumsum tulang yang terinfeksi oleh penyakit. Sel-sel tumor dapat masuk ke dalam tubuh dan dapat juga berkembangbiak di luar tubuh makhluk hidup. Para ahli menggunakan sel-sel tumor untuk menghasilkan sel-selhibridoma.

Hibridoma merupakan gabungan antara sel-sel mieloma dan B-limfosit. Sel-sel hibridoma dapat menghasilkan antibodi seperti limfosit, tetapi hibridoma dapat hidup di luar tubuh seperti sel-sel tumor. Urutan langkah-langkah pembuatan antibodi monoklonal ditunjukkan pada Gambar 8. Seperti diperlihatkan pada Gambar 8, pada tikus biasanya dihasilkan beberapa jenis antigen. Limfosit B di dalam limfa hewan yang disuntik dengan beberapa jenis antigen menghasilkan beberapa jenis antibodi yang berbeda untuk menyerang antigen-antigen yang masuk. Beberapa jenis antibodi yang berbeda ini disebut juga antibodi poliklonal. Antiserum poliklonal ini dapat diperoleh secara langsung dari hewan dan serum ini mengandung banyak jenis antibodi. Untuk menghasilkan antibodi monoklonal diambil limfosit dari tubuh (limfa tikus) dan mencampurkannya dengan sel-sel mieloma dalam tabung reaksi. Untuk menurunkan tegangan permukaan sel-sel ditambahkan suatu bahan kimia (polietilen glikol) dan kemudian campuran dikocok perlahan-lahan atau dapat juga dengan menggunakan kejutan listrik.

Pengarang: Dra. Sumastri; M.Si

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar