Senin, 07 Mei 2012

Beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian ASI


Menurut Sarwono (1999) ada tiga faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang yaitu :

a. Factor Predisposing (faktor yang mempermudah)
1) Pengetahuan ibu tentang ASI
Semakin luas pengetahuan seseorang semakin mudah orang melakukan perubahan dalam tindakannya. Pengetahuan ibu tentang ASI akan berpengaruh terhadap kemauan ibu memberikan ASI kepada anaknya. Ibu dengan pengetahuan tentang ASI kurang, bisa jadi menganggap bahwa itu tidak penting, sehingga tidak ada kemauan untuk memberikan ASI kepada anaknya. Sebaliknya ibu yang pengetahuan tentang ASI luas, baik mengenai manfaat, tujuan, kapan dan sebagainya dengan sendirinya ia akan memberikan ASI kepada anaknya.
2) Tingkat pendidikan
Asumsi bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin mudah pula orang itu menerima rangsangan perubahan keadaan di sekitarnya. Tingkat pendidikan ibu sangat menentukan kemudahan dalam menerima setiap pembaharuan. Makin tinggi pendidikan ibu maka akan makin cepat tanggap dengan perubahan kondisi lingkungan, dengan demikian lebih cepat menyesuaikan diri dan selanjutnya akan mengikuti perubahan itu. Di samping itu semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin luas pengetahuan sehingga akan termotivasi menerima perubahan baru, adanya perbedaan tingkat pendidikan mempengaruhi pengetahuan, yang menyebabkan perbedaan dalam tanggapan terhadap suatu masalah. Selain itu akan berbeda pula tingkat penangkapan terhadap penerimaan pesan yang disampaikan dalam hal ASI demikian pula halnya. Makin tinggi pendidikan ibu akan makin mudah pula menerima inovasi-inovasi baru yang dihadapinya termasuk ASI.

b. Factor Enabling (faktor-faktor yang memungkinkan)
1) Tingkat pendapatan
Menurut WHO yang menyebabkan seseorang berperilaku itu diantaranya adalah sumber daya (Resources) yang meliputi fasilitas, uang, waktu, tenaga kerja, pelayanan dan ketrampilan. Pendapat lain menyatakan bahwa faktor yang mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan kesehatan salah satunya adalah ekonomi yang memadahi dan faktor yang menghambat salah satunya adalah rendahnya sosial ekonomi akan berpengaruh pada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan ASI khususnya pada bayi.
2) Jenis pekerjaan
Jenis pekerjaan ibu berkaitan dengan kesempatan ibu dalam memberikan ASI kepada anaknya. Seorang ibu yang tidak bekerja akan lebih mempunyai kesempatan untuk memberikan ASI kepada anaknya dibanding dengan ibu yang bekerja. Sering juga ibu yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya lupa akan memberikan ASI kepada anaknya.
3) Jarak dan keterjangkauan tempat pelayanan
Tempat pelayanan yang jaraknya jauh bisa jadi membuat orang enggan untuk mendatanginya. Jauhnya tempat pelayanan bisa menyebabkan membengkaknya akomodasi pelayanan, karena selain biaya pelayanan kesehatan ada biaya tambahan yaitu biaya transportasi. Bagi orang-orang yang hanya berfikir sederhana mungkin akan memutuskan untuk tidak datang ke sarana pelayanan kesehatan. Hal ini yang mungkin terjadi adalah ketidakterjangkauan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat

c. Factor Reinforcing (faktor yang memperkuat)
1) Motivasi petugas
Persyaratan utama masyarakat untuk berpartisipasi ialah motivasi. Tanpa motivasi masyarakat sulit untuk berpartisipasi di segala program. Timbulnya motivasi harus dari masyarakat itu sendiri dan pihak luar hanya merangsang saja. Untuk itu motivasi petugas kesehatan kepada masyarakat dalam bentuk pendidikan kesehatan sangat diperlukan Masyarakat awam biasanya akan percaya pada orang yang dianggapnya mempunyai pengetahuan luas. Petugas kesehatan yang ada di desa oleh masyarakat biasanya dianggap sebagai orang yang tahu segalanya tentang masalah kesehatan. Sehingga masyarakat akan percaya terhadap apa yang dikatakan petugas.
2) Kedisiplinan petugas kesehatan
Petugas kesehatan bisa disebut sebagai abdi masyarakat. Kedisiplinan petugas dalam melaksanakan tugasnya akan berpengaruh pula pada kemauan ibu dalam memberikan ASI untuk anaknya.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar