Rabu, 02 Mei 2012

Remaja dan Rokok


Latar belakang perilaku merokok beraneka ragam. Di kalangan remaja, pria dewasa dan orang tua. Usia paling rawan seseorang untuk memulai merokok adalah usia 10 (sepuluh) sampai dengan 19 (sembilan belas) tahun. Hal ini merupakan peralihan dari anak – anak menuju dewasa. Di masa ini, anak – anak dan remaja umumnya suka “mencoba-coba” hal yang baru, meskipun belum tahu akibatnya. (Dian Oky Saktyowati, 2008)

Faktor kemungkinan penyebab remaja mulai merokok diantaranya adalah :
1. Pengaruh Orangtua.
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Atkinson dalam Efri Widiyanti. 2007)
2. Pengaruh Teman
Berbagai bukti mengungkapkan bahwa jika seorang remaja perokok, maka semakin besar kemungkinan teman- temannya merupakan perokok juga. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja perokok tersebut terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Di antara remaja perokok, sekitar 87% di antaranya mempunyai sekurang-kurangnya setu atau lebih sahabat yang perokok. (Dian Oky Saktyowati, 2008)
3 Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media masa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour (kemewahan), membuat remaja sering kali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. Penelitian WHO, badan kesehatan PBB, juga menyebutkan bahwa iklan rokok secara tidak langsung mendorong para remaja untuk bereksperimen dengan tembakau dan mencoba merokok. WHO juga menyatakan sudah terbukti bahwa larangan menyeluruh terhadap iklan produk tembakau mengurangi konsumsi tembakau. (Dian Oky Saktyowati, 2008)

Beberapa fakta lain dari penelitian WHO mengenai ketergantungan remaja pada rokok dapat diketahui bahwa :
1. Lebih dari 5 juta remaja dibawah usia 18 tahun akan mempercepat kematian mereka akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok.
2. Perokok berusia 18 tahun akan mempunyai paru-paru yang sama dengan perokok berusia 50 tahun.
3. Masalah merokok pada usia dini biasanya merupakan peringatan untuk berbagai masalah yang akan terjadi pada masa mendatang.

Remaja yang merokok, akan 3 kali lebih besar kemungkinan mengkomsumsi minuman beralkohol, 8 kali kemungkinan mengkomsumsi marijuana, 22 kali kemungkinan mengkomsumsi kokain daripada remaja yang tidak merokok. Merokok juga seringkali dikaitkan dengan serangkaian tingkah laku resiko tinggi, termasuk perkelahian dan melakukan seks bebas. (olivia elena hakim, 2009)

Remaja yang merokok awal biasanya tidak loyal terhadap suatu merk rokok, cenderung acak dalam mengkonsumsi merk rokok tergantung pada kelompok yang didiaminya.

Sumber: Unikom  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar