Rabu, 02 Mei 2012

Fenomena gempa


Gempa bumi adalah suatu gejala fisik yang ditandai dengan bergetarnya bumi dengan berbagai intensitas.Getaran gempa dapat disebabkan oleh banyak hal antara lain akibat peristiwa vulkanik, yaitu gerakan tanah yang disebabkan oleh aktivitas desakan magma ke permukaan bumi, atau akibat meletusnya gunung berapi.Gempa yang terjadi akibat aktivitas vulkanik ini disebut dengan gempa vulkanik. Gempa vulkanik terjadi di daerah sekitar aktivitas gunung berapi dan akan menyebabkan mekanisme patahan yang sama dengan gempa tektonik.

Getaran gempa juga dapat diakibatkan oleh peristiwa tektonik yaitu getaran tanah yang disebabkan oleh gerakan atau benturan antara lempeng- lempeng tektonik yang terdapat di dalam lapisan permukaan bumi. Gempa yang terjadi akibat aktivitas tektonik disebut juga gempa tektonik. Selain gempa vulkanik dan gempa tektonik terdapat juga gempa runtuhan, gempa imbasan dan gempa buatan. Gempa runtuhan di akibatkan oleh runtuhnya tanah di daerah pegunungan sehingga akan terjadi getaran di sekitar runtuhan tersebut.

Gempa imbasan biasanya terjadi di sekitar dam karena fluktuasi air dam sedangkan gempa buatan adalah gempa yang sengaja dibuat oleh manusia seperti ledakan nuklir atau ledakan untuk mencari bahan mineral. Skala gempa tektonik jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis gempa lainnya sehingga efeknya lebih banyak terhadap struktur bangunan.

Di bumi ini terdapat 3 jalur gempa, dimana 2 diantaranya bertemu di Indonesia. Ketiga jalur gempa itu adalah:
1. Circum Pacific Earthquake Belt atau Great Earthquake Belt: Cordilleras de los Andes (Chili, Equador, Loop ke Caribia) – Amerika Tengah – Meksiko – California - British Colombia – Alaska – Aleutian Islands – Kamchatka – Jepang – Taiwan – Philipina – Indonesia (Sulawesi Utara, Irian) – Melanesia – New Zaeland. Menurut para ahli, jalur melanesia – Polynesia – New Zaeland termasuk dalam suatu jalur tersendiri yang disebut jalur Indo-Australia.
2. Alpide Earthquake Belt atau Trans-Asiatic Earthquake Belt: Azores – Mediterania & Alpine structures (Morocco, Portugal, Italy, Balkan, Rumania) – Asia kecil (Turki) – Caucacus – Iraq – Iran – Afghanistan – Himalaya (Hindu Kush) – Burma – Indonesia (bukit barisan, lepas pantai selatan pulau Jawa, Sunda kecil, Maluku)
3. Mid-Atlantic Oceanic Earthquake Belt: mengikuti mid-Atlantic Ridge (Spitzbergen, Iceland, Atlantic Selatan) Dengan demikian lokasi gempa cenderung terkonsentrasi pada tempat- tempat tertentu saja, seperti pada batas pelat tektonik Pasifik. Tempat ini dikenal dengan nama lingkaran api (Ring of Fire) karena banyaknya gunung berapi dan aktivitas geologi di daerah ini.

Sumber: UNDIP  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar