Senin, 07 Mei 2012

Metode Pengumpulan Biaya Produksi


Dalam pembuatan produk terdapat dua kelompok biaya, biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk, sedangkan biaya non produksi merupakan biaya- biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, seperti kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi umum.

Biaya produksi membentuk harga pokok produksi, yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya non produksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga pokok produk.

Pengumpulan harga pokok produksi sangat ditentukan oleh cara memproduksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk terbagi dua macam,yaitu produksi atas dasar pesanan dan produksi massa. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar, contohnya perusahaan percetakan, perusahaan mebel, perusahaan dok kapal. Perusahaan yang berproduksi berdasar produksi massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan gudang. Umumnya produknya berupa produk standar, contohnya perusahaan semen, pupuk, makanan ternak, bumbu masak dan tekstil.

Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan ( job order cost method ). Sedangkan perusahaan yang berproduksi massa, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses ( process cost method).

Metode Harga Pokok Pesanan
Metode ini digunakan oleh organisasi yang memiliki produk dan jasa yang mudah diidentifikasi menurut unit atau kumpulan individual yang masing- masing menerima berbagai masukan bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Industri-industri yang besar memakai harga pokok pesanan antara lain meliputi, percetakan, mebel dan mesin. Pengumpulan biaya produksi tiap-tiap pesanan digunakan kartu harga pokok ( job order cost sheet ) dan untuk memudahkan pencatatan biaya-biaya langsung ke dalam kartu harga pokok, nomor order produksi atau nomor pesanan harus dicantumkan diatas kartu harga pokok masing-masing pesanan. Harga pokok produk perunit setiap perusahaan diperoleh dengan membagi jumlah biaya produksi pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.

Sumber: UPN

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar