Senin, 07 Mei 2012

Pola Komunikasi


Adapun pola komunikasi yang dikemukakan oleh Deddy Mulyana (2003 : 62) adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi Satu Arah (One Way Communicaton)
Suatu pemahaman mengenai komunikasi manusia adalah komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seorang (atau suatu lembaga) kepada seseorang lainnya, baik secara langsung (tatap muka )ataupun melalui media.
Berdasarkan definisi Laswell (Deddy Mulyana, 2003 : 62) ini dapat diturunkan lima unsur komunikasi yang saling bergantung satu sama lain, yaitu;
Pertama, sumber (source), sering disebut juga pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator, pembicara atau originator. Sumber adalah pihak yng berinisiatif atau mempunyai kebutuhan bervariasi. Untuk menyampaikan apa yang ada dalam hatinya (perasaan) atau dalam kepalanya (pikiran), sumber harus mengubah perasaan atau pikiran tersebut ke dalam seperangkat simbol verbal dan/ atau nonverbal yang idealnya dipahami oleh penerima pesan.
Kedua, pesan yaitu apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol verbal dan/ atau nonverbal yang mewakili perasaan, gagasan atau maksud sumber tadi. Pesan mempunyai tiga komponen: makna, simbol yang digunakan untuk menyampaikan makna, dan bentuk atau organsasi pesan. Simbol terpenting adalah kata-kata (bahasa), yang dapat merepresentasikan objek (benda), gagasan, dan perasaan, baik ucapan (percakapan, wawancara, diskusi ceramah dan sebagainya) ataupun tulisan (surat, esai, artikel, novel, dan sebagainya). Kata-kata memungkinkan kita berbagi pikiran dengan orang lain.
Ketiga, saluran atau media , yakni alat atau wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima. Saluran juga merujuk pada cara penyajian pesan : apakah langsung, (tatap muka) atau lewat media cetk (surat kabar , majalah), atau media elektronik (radio, televise). Surat pribadi, telapon, selebaran dan lain-lain.
Keempat, penerima, sering juga disebut sasaran , yakni orang yang menerima pesan dari sumber.
Kelima, efek yaitu apa yang terjadi setelah ia menerima pesan tersebut. Menurut Ihat Hatimah (2004 : 12 ) menyatakan bahwa komunikasi satu arah disebut juga komunikasi linier, yang memiliki ciri yaitu adanya penyandian yang dilakukan pengirim pesan dan inertpretasi oleh penerima, serta antisipasi kemungkinan gangguan dalam komunikasi berlangsung.

2. Komunikasi Dua Arah (two way communication)
Pola yang kedua yang sering diterapkan pada komunikasi adalah komunkasi dua arah. Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab akibat atau aksi reaksi yang arahnya bergantian.
Komunikasi dua arah dipandang lebih dinamis dari pada komunikasi satu arah. Salah satu unsur yang dapat ditambahkan dalam pola komunkasi kedua ini adalah umpan balik (feed back), yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan, yang sekaligus digunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenal efektivitas pesan yang disampaikan sebelumnya: apakah dapat dimengerti, dapat diterima, dan sebagainya, sehingga berdasarkan umpan balik itu dapat mengubah pesan selanjutnya. Suatu pesan disebut umpan balik apabila hal itu merupakan respon terhadap pesan pengirim dan apabila mempengaruhi perilaku pengirim selanjutnya. Konsep umpan balik dari penerima (pertama) ini sebenarnya sekaligus merupakan pesan penerima (yang berganti peran menjadi pengirim kedua) yang disampaikan kepada pengrim pertma. Jawaban pengirim pertama (penerima kedua) ini pada gilirannya merupakan umpan balik bagi penerima pertama (pengirim kedua).

3. Komunikasi Banyak Arah (Multy Way Communication)
Komunikasi banyak arah disebut komunikasi sebagai transaksi yaitu suatu proses personal karena atau makna pemahaman yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi. Komunikasi ini bersifat dinamis, pandangan ini yang disebut komunikasi sebagai transaksi, yang lebih sesuai untuk komunikasi tatap muka yang memungkinkan pesan atau respon verfbal dan nonverbal bias diketahui secara langsung. Komunikasi yang berlangsung secara multi arah diantara penerima menuju ke semua fokus atau minat yang difahami bersama. Dalam pandangan ini, komunikasi berlangsung secara dinamis dan berkembang kearah pemahaman kolektif dan berkesimambungan serta adanya keterbukaan.

Sumber: UPI

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar