Sabtu, 28 April 2012

Ganggang Hijau atau Filum Chlorophyta


Ganggang hijau (green algae) diberi nama berdasarkan kloroplasnya yang berwarna hijau. Warna hijau ini ada karena karena pigmen yang dominan adalah klorofi l a dan b, di samping jenis pigmen yang lain yaitu karoten dan santofi l. Bentuk kloroplas pada ganggang hijau bermacam-macam, ada yang seperti mangkuk (misalnya pada Chlamidomonas), berbentuk spiral (misalnygamaba pada Spirogyra), dan berbentuk seperti bintang. Selain mempunyai kloroplas, alga hijau juga mempunyai pirenoid dan stigma. Pirenoid merupakan tempat penyimpanan hasil fotosintesis berupa amilum, sedangkn stigma berguna untuk menuntun ganggang ke arah cahaya sehingga fotosintesis dapat terjadi.

Filum ini meliputi ganggang yang uniseluler dan multiseluler. Bentuk talus ganggang hijau berupa filamen, lembaran, dan seperti karangan. Ganggang hijau banyak ditemukan pada air tawar, air laut, maupun pada tempat-tempat yang lembab. Biasanya ganggang hijau ditemukan pada permukaan badan air yang intensitas cahayanya tinggi. Ganggang hijau bereproduksi secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentuk an zoospora yaitu spora yang dapat bergerak atau berpindah, memiliki 4 bulu, vakuola kontraktil, dan kebanyakan memiliki 1 bintik mata merah. Secara generatif (seksual), reproduksi ganggang hijau berlangsung dengan konjugasi, menghasilkan zigospora yang tidak memiliki alat gerak.

Beberapa contoh ganggang hijau antara lain, Spirogyra, Volvox globator, Chlamydomonas, Ulva, dan Chlorella. Berikut ini akan kita bahas mengenai Spirogyra, Ulva, dan Chlorella
a) Spirogyra
Spirogyra merupakan ganggang hijau yang hidup di air tawar. Ganggang ini mudah dikenal karena kloroplasnya besar, menyerupai pita yang melingkar-lingkar seperti spiral dalam sel. Spirogyra bereproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi dan secara seksual dengan konjugasi. Terjadinya konjugasi dapat dijelaskan sebagai berikut. Spirogyra yang berbeda jenis saling berdekatan. Kemudian, pada dinding sel yang berdekatan muncul tonjolan yang saling mendekati, hingga bersatu membentuk pembuluh. Protoplasma dari Spirogyra yang satu (berjenis +) pindah ke Spirogyra satunya (jenis -). Dengan demikian, terjadilah persatuan plasma (peristiwanya disebut plasmogami), yang diikuti persatuan inti (disebut kariogami). Hasil persatuan ini berupa zigospora yang bersifat diploid. Zigospora akan mengalami meiosis dan terbentuklah 4 sel baru yang diploid. Dari keempat sel ini, biasanya satu sel di antaranya tumbuh menjadi benang Spirogyra.
b) Ulva
Ulva memiliki talus berupa lembaran yang terdiri dari dua lapis sel. Bentuk talus Ulva seperti daun selada, kloroplasnya berbentuk mangkok. Ulva dapat hidup di air payau, air asin, atau menempel pada kayu-kayu dan batu-batu sepanjang pantai. Ulva bereproduksi secara aseksual dengan zoospora berfl agella dan akan membentuk Ulva yang haploid. Reproduksi secara seksual ditandai dengan bersatunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi Ulva yang diploid.
c) Chlorella
Chlorella merupakan ganggang hijau yang berbentuk uniselular, dengan bentuk talus bulat dan memiliki kloroplas berbentuk mangkuk. Chlorella dapat hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat yang basah. Ganggang jenis ini merupakan penghasil karbohidrat, protein, dan lemak. Jadi, Chlorella dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan pangan.

Sumber: bse

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar