Senin, 30 April 2012

Metode pelaksanaan bimbingan dan konseling kelompok


Sejumlah metode bimbingan dan konseling kelompok sama dengan sejumlah teori-teori bimbingan lainnya. Pendekatan khusus atau orientasi untuk bimbingan dan konseling individu bisa diadaptasi untuk setting bimbingan dan konseling kelompok. Dengan demikian, penulis dapat mengkatagorikan 4 kategori jenis bimbingan dan konseling kelompok yang cocok bagi orang tua. Pendapat di atas diambil dari apa yang ungkapkan Ohlsen (1977;231).

Lebih lanjut 4 katagori tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut :
a. The Comman Problem Goup. Kelompok masalah biasa terdiri atas orang tua yang memiliki masalah yang sama dan nanti dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling kelompok akan dipetakan bagaimana cara kelompok memecahkan masalah yang sama-sama dihadapi oleh anggota kelompok yang lain.
b. The Case-Centered Group. Kelompok berorientasi kasus/kelompok yang berpusat pada kasus terdiri atas orang tua yang memiliki masalah berbeda- beda tetapi akan dilakukan upaya bimbingan dan konseling kelompok. Dalam kegiatan ini setiap anggota kelompok diusahakan membantu anggota kelompok yang lain yang memiliki masalah berbeda. Dengan adanya kegiatan bimbingan dan konseling kelompok seperti ini diharapkan anggota kelompok yaitu orang tua memiliki keahlian tambahan untuk dapat memecahkan masalah yang berbeda-beda.
c. The Human-Potential Group. Kelompok yang terdiri dari beberapa anggota kelompok yang memiliki kekuatan yang diharapkan bisa membantu dan mengembangkan kegiatan bimbingan dan konseling kelompok lebih dinamis lagi. Dengan berbagai kemampuan berbeda, kelompok akan menjadi dinamis dan aktif serta anggota kelompok yang lain bisa saling mengisi kekurangan anggota kelompok lainnya.
d. The Skill-Development Group. Adalah kegiatan bimbingan dan konseling kelompok yang bertujuan mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing anggota kelompok kegiatan bimbingan dan konseling kelompok ini cocok digunakan untuk kegiatan bimbingan pola asuh dimana masing-masing anggota kelompok akan melakukan ekpslorasi kemampuannya dan merencanakan pola asuh yang sesuai yang sesuai dengan perkembangan anak dan pola asuh yang tepat masukan anggota kelompok yang lain.

Dalam kegiatan bimbingan dan konseling kelompok di atas fasilitator bimbingan dan konseling kelompok memiliki tugas tambahan dalam pengarahan lalu lintas komunikasi, memfasilitasi proses kelompok, pemblokiran komunikasi kelompok yang dianggap akan dapat merugikan anggota kelompok yang lain, menghubungkan ide-ide, mengambil konsensus, menjadi moderator diskusi, dan mendukung anggota kelompok yang membutuhkan dukungan dan penguatan.

Sumber: Damandiri  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar