Rabu, 25 April 2012

Indera Penglihatan (mata)


Indera penglihatan secara khusus terdapat pada organ tubuh, yaitu mata. Struktur mata terdiri atas aksesoris mata, otot bola mata, bola mata, saraf otak II, dan otak. Pembahasan ini hanya akan menjelaskan 3 poin pertama.

a. Aksesori mata
Aksesori mata terdiri atas alis mata, kelopak mata, bulu mata dan aparatus lacrimalis yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.
1 ) Alis mata, terdiri atas rambut kasar yang terletak melintang di atas mata. Berfungsi untuk kecantikan dan melindungi mata dari keringat.
2) Kelopak mata, terdiri atas dua bagian, yaitu kelopak atas dan bawah. Karena otot mata mempunyai otot mulus levator palpebrae yang dapat menarik kelopak sehingga dapat terbuka dan otot mulus orbikularis okuli yang menyebabkan mata menutup. Kelopak berfungsi untuk melindungi bola mata dari zat asing yang ada di udara.
3) Bulu mata, ialah rambut pada ujung kelopak mata. 4) Aparatus lacrimalis, merupakan aksesori mata yang memiliki
kelenjar air mata yang berfungsi untuk menghasilkan air mata.

b. Otot ekstrinsik bola mata
Pada setiap mata terdapat enam otot lurik yang menghubungkan bola mata dengan tulang di sekitarnya. Otot ini berfungsi menggerakkan bola mata sehingga mata dapat melirik ke kanan, ke kiri, atas, dan bawah. Gerakan otot bola mata ekstrinsik ini berada di bawah kesadaran.

c. Bola mata
Bola mata terdiri atas tiga lapisan dari luar ke dalam, yaitu tunika fibrosa, tunika vaskulosa, dan tunika nervosa.
1) Tunika fibrosa
Tunika fibrosa terdiri atas sklera yang berwarna putih, tidak tembus cahaya, dan kornea tembus cahaya (transparan). Kornea memiliki banyak serabut saraf, tetapi tidak mengandung pembuluh darah.
2) Tunika vaskulosa (uvea)
Lapisan tengah bola mata yang terdiri atas khoroid, korpus kiliaris, dan iris.
a) Khoroid berupa lapisan jaringan tipis mengandung banyak pembuluh darah, berwarna hitam atau coklat karena mengandung pigmen sehingga menyebab- kan bagian dalam bola mata menjadi gelap.
b) Korpus kiliaris, terletak di antara batas depan retina sampai batas sklera kornea.
c) Iris, merupakan selaput melingkar yang menggantung di antara lensa dan kornea. Lubang bulat di tengah iris disebut pupil. Iris mengandung banyak pembuluh darah dan pigmen. Jumlah pigmen menentukan warna mata.
3) Retina
Retina merupakan lapisan terdalam dari bola mata yang peka terhadap rangsangan cahaya. Sedangkan, bagian urat saraf optik yang tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Retina terdiri atas tiga lapis neuron, yaitu lapisan rod dan cone (sel kerucut). Sel batang diperlukan untuk penglihatan pada cahaya remang, yaitu melihat bayangan. Cone diperlukan untuk penglihatan diwaktu terang dan untuk melihat warna. Lapisan neuron dibagi menjadi dua macam, yaitu lapisan neuron bipolar dan lapisan neuron ganglion.

d. Fungsi mata
Cahaya yang masuk ke dalam bola mata melalui lubang pupil akan menembus empat media refraksi, yaitu kornea, humor aquous, lensa, dan viterus. Setelah mengalami empat kali pembiasan, bayangan akan jatuh di retina.
Ada dua cara yang dapat dilakukan agar bayangan benda dapat jatuh tepat pada retina, yaitu:
a. Menambah panjang bola mata.
b. Mengubah lengkungan lensa. Proses perubahan dari lengkung lensa disebut akomodasi. Bayangan benda yang jatuh pada retina akan merangsang Rod atau Cone, kemudian melalui serangkaian reaksi timbul pada sel ganglion. Kemudian, impuls dijalarkan ke khiasma optikus, tractus optikus, lalu ke thalamus optikus. Di thalamus terjadi sinaps, kemudian impuls diteruskan ke daerah penglihatan di lobus oksipitalis otak.

e. Kelainan pada mata
Kelainan pada mata terjadi karena kelainan refraksi cahaya. Misalnya mata miopi, yaitu suatu kondisi mata dengan lensa terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang. Dengan demikian, benda dekat akan terlihat jelas karena bayangan jatuh pada retina. Sedangkan, benda jauh akan terlihat kabur karena bayangan jatuh di depan retina. Mata jenis ini dikoreksi dengan lensa cekung.
- Kelainan mata hipermetropi ialah mata dengan lensa yang terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek. Sehingga, benda dekat akan terlihat kabur, karena bayangan jatuh dibelakang retina. Kelainan ini dapat dibantu dengan lensa cembung.
- Mata astigmat ialah mata dengan lengkungan permukaan kornea atau lensa yang tidak rata (mulus). Kelainan ini dikoreksi dengan lensa silinder.
- Mata presbiop ialah suatu keadaan lensa kehilangan elastisitasnya karena bertambahnya usia. Mata presbiop dibantu dengan lensa cembung.


BSE


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar