Minggu, 29 April 2012

Pengertian Akhlak Mulia


Makna secara etimologi istilah akhlak berpadanan dengan kata personality atau karakter. Bentuk tunggal kata akhlaq adalah khulq. (Mujib, 1999). Al-ghazali berpendapat bahwa manusia memiliki citra lahiriah yang disebut dengan khalq, dan citra batiniah yang disebut dengan khulq. (Mujib, 1999). Khalq merupakan citra fitrah nafsani fisik manusia, sedangkan khulq merupakan citra fitrah nafsani psikis manusia. Lebih lanjut dijelaskan al-Ghazali (Mujib, 1999) bahwa khulq adalah suatu kondisi (hai’at) dalam jiwa (nafs) yang suci (rasikhat) dan dari kondisi itu tumbuh suatu aktivitas yang mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Sedangkan Ibnu Maskawih mendefinisikan khulq dengan suatu kondisi (hal) jiwa (nafs) yang menyebabkan suatu aktivitas dengan tanpa dipikirkan atau dipertimbangkan terlebih dahulu. Degan kata lain aktivitas tersebut merupakan reaksi spontan dalam merespon sesuatu.

Definisi akhlak yang dikemukakan oleh Al-Ghazali tersebut sepadan dengan makna Karakter (character). Karakter adalah watak, perangai, sifat dasar yang khas, satu sifat atau kualitas yang tetap terus menerus dan kekal yang dapat dijadikan ciri untuk mengidentifikasi seorang pribadi. (Mujib, 1999) karakter merupakan ekspresi diri dalam bentuk tingkah laku dan keseluruhan dari “aku” manusia. Karakter berkemungk inan dapat dirubah melalui pendidikan sebab dapat dipengaruhi lingkungan. Elemen karakter terdiri atas dorongan-dorongan, insting, refleks-refleks, kebiasaan-kebiasaan, kecenderungan-kecenderungan, perasaan, emosi, sentimen, minat, kebajikan, dosa dan kemauan.

Karakter individu terbagi atas 4 (empat) karakter yaitu karakter baik, karakter buruk, karakter lemah dan karakter kuat. (Chalil, 2007). Karakter baik yaitu karakter yang menjadi nilai dari perilaku baik seperti kejujuran, ketulusan, kerendahan hati, sopan, santun. Karakter buruk yaitu karakter yang menjadi nilai dari perilaku buruk seperti ketidak jujuran, pamrih, sombong, licik, egois dan lain-lain. Karakter kuat yaitu karakter yang mendorong perilaku kuat seperti disiplin, berani, gigih, ulet, tangguh, berani mengambil resiko dengan pertimbangan yang rasional, bertanggung jawab dan lain-lain. Karakter lemah yaitu karakter yang mendorong perilaku lemah seperti malas, tidak disiplin, minder, loyo, kurang bersemangat dan lain-lain.

Apabila karakter lemah dipadukan dengan karakter baik maka akan melahirkan individu yang tidak produktif berbuat kebaikan. Jika karakter lemah dipadukan dengan karakter buruk maka akan melahirkan individu yang tidak produktif berbuat keburukan, individu ini relatif tidak membahayakan orang lain. Jika karakter kuat dipadukan dengan karakter buruk maka akan melahirkan individu yang produktif berbuat keburukan, individu ini jelas sangat berbahaya dan merugikan orang lain. Jika karakter kuat dipadukan dengan karakter baik maka akan melahirkan individu yang produktif berbuat kebaikan. Individu inilah yang menjadi harapan penebar kebaikan dan dimanapun ia berada senantiasa bermanfaat bagi orang lain. Perpaduan karakter kuat dan karakter baik inilah sebagai pilar pembentukan individu berakhlak mulia (Gymnastiar, 2002).

Sumber: UPI  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar