Senin, 30 April 2012

Kalimat Sederhana bahasa Inggris


Kalimat sederhana adalah rangkaian kata yang saling berhubungan dalam satu klausa dan dapat berdiri sendiri. Sebagai contoh: Decorate the cake with strawberry. The boy knew the answer (Droga Louise dan Sally Humprey. 2003: 25). Menurut Adjat Sakri (1995: 7 – 8), kalimat dalam tulisan terdiri atas deret kata yang dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca dan terdiri atas deret kata yang tersusun menurut urutan tertentu menjadi bermakna dan mengungkap pikiran yang lengkap. Setiap kata di dalamnya tidak dapat dipertukarkan tempatnya dengan sembarangan tanpa mengubah makna kalimat itu, seperti: The nose is sharp dan Her hair is blondy.

Komponen tata bahasa terdiri atas komponen yang memiliki kategori dan saling berhubungan sehingga membentuk sebuah kalimat. Komponen tersebut termasuk leksikal sesuai dengan kategorinya dalam pemarkah kontekstual. Pemarkah tersebut adalah sintaksis, semantis, dan fonologi yang berindikasi sebagai transformasi dalam menyampaikan maksud dan pikiran. Kalimat memiliki hubungan fungsional yang terdiri atas subjek, predikat, dan objek (Menyuk. 1972: 23). Menurut Titone (1984: 10, 90), kalimat sederhana merupakan struktur bahasa secara nyata dan diakui menyampaikan struktur atau berkomunikasi yang digunakan penutur dan mempunyai makna.

Di bawah ini adalah contoh kalimat sederhana bahasa kedua (L2), yaitu bahasa Inggris, yang tidak mempunyai makna atau menyimpang.
(a) John go tomorrow
(b) Eats the boy the cake
(c) Tom drank the milk

Berbahasa mangacu pada pengetahuan bagaimana bahasa tersusun dan bagaimana bahasa itu bisa menyampaikan makna dengan bentuk susunan sesuai dengan kompetensi linguistik. Kompetensi dibedakan dalam dua kategori secara sadar (noetic) dan secara tidak sadar (practical). Kemampuan siswa menggunakan bahasa pertama (L1) tanpa sadar bentuk susunan meliputi kemampuan praktis bahasa yang telah dipelajari kemungkinan berasimilasi ( L2 terpengaruh L1). Kata-kata yang dipelajari L2 adalah susunan dari rangka L1. Hal ini dapat membantu dalam mempelajari isomorphic structure ( transfer positif) tetapi bisa menjadi campur tangan yang baik dalam susunan dari dua bahasa yang kontras (transfer negatif), maka hubungan susunan L1 dan L2 mudah berasimilasi ke L2. Karena adanya struktur asimilasi, strategi pembelajarannya menggunakan pendekatan induktif atau deduktif.

Pembelajaran induktif berhubungan dengan teori pembelajaran behaviouristic dan pembelajaran deduktif berhubungan dengan pembelajaran kognitif dan tradisional. Oleh karena itu, ilmu bahasa merupakan bagian dari kehidupan sosial dan sesuai dengan situasi. Pembelajaran ilmu bahasa mempelajari tata bahasa yang rumit, leksikal baru dan struktur materi. Kalimat merupakan dasar dari pembelajaran, dan pengajaran berfokus pada kalimat sederhana. Siswa menyampaikan bentuk struktur dari bahasa yang telah dipelajari dan belajar kaidah tata bahasa dari bahasa melalui proses induktif (Richard dan Theodore, 1986: 101).

Sumber: UNUD 

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar