Senin, 30 April 2012

Pengertian bimbingan dan konseling


Bimbingan dan konseling pertama kali diperkenalkan pada awal abad 20 sebagai vocational guidance; yang ditujukan untuk mendukung keberhasilan siswa, terutama dalam mencapai prestasi akademik. Pada tahun 1920an, istilah vocational guidance tersebut kemudian mengalami perubahan menjadi guidance and counseling seiring dengan semakin meluasnya tujuan dan kebutuhan akan program bimbingan dan konseling di sekolah . 

Istilah guidance dan counseling (selanjutnya akan disebut bimbingan dan konseling) memiliki pengertian dan makna tersendiri; namun pada pelaksanaan program tersebut, istilah bimbingan sering dipadukan dengan konseling. Bimbingan pada dasarnya merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada individu baik perorangan ataupun kelompok agar dapat mencapai perkembangan yang optimal. Seperti apa yang dikatakan oleh Syamsu Yusuf dan Juntika (2005;34) dalam bukunya yang berjudul Landasan Bimbingan & Konseling bahwa bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang berasal dari kata guide yang berarti : (a) mengarahkan (to direct),(b) memandu (to pilot), c) mengelola (to manage), dan (d) menyetir (to steer).

Sementara itu, Supriadi (2004;46) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan oleh fasilitator bimbingan dan konseling kelompok/pembimbing kepada klien agar dapat : (a) memahami dirinya, (b) mengarahkan dirinya, (c) memecahkan masalah yang sedang dihadapinya, (d) menyesuaikan diri dengan lingkungan, (e) mengambil manfaat dari peluang-peluang yang dimilikinya dalam rangka mengembangkan diri sesuai dengan potensi-potensi, sehingga berguna bagi dirinya dan masyarakat.

Lebih lanjut menurut Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan, (2005;35): bahwa bimbingan merupakan :
a. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, yang dalam pelaksanaannya berupa serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana, yang terarah pada pencapaian tujuan. Bimbingan merupakan bantuan terhadap individu/peserta didik agar mereka dapat berperan aktif dalam mengembangkan diri, mengatasi masalah, atau mengambil keputusan.
b. Bimbingan diberikan dengan mempertimbangkan keragaman dan keunikan individu.
c. Tujuan bimbingan adalah perkemban,gan yang sesuai dengan potensi dan sistem nilai tentang kehidupan yang baik dan benar. Seperti yang telah dikemukakan di atas, istilah bimbingan sering dirangkai dengan konseling. Sama halnya dengan bimbingan, konseling pun mempunyai beberapa definisi yang dinyatakan oleh beragam pihak, di antaranya (Syamsu Yusuf dan Juntika Nurihsan, th : 2005;35):

Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien. Konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah-masalahnya. Dalam kontek bimbingan dan konseling yang diberikan kepada orang tua seperti halnya apa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini maka bimbingan yang dimaksud disini diarahkan dalam mengembangkan kemampuan orang tua untuk memahami bagaimana orang tua harus bersikap dan menentukan tipe pola asuh yang sesuai dengan perkembangan anaknya dan pola asuh yang memberikan ruang gerak bagi perkembangan anak secara umum yang meliputi perkembangan intelektualnya, perkembangan emosinya, perkembangan kreativitasnya, perkembangan religiusnya dan perkembangan sosialnya.

Sumber: Damandiri  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar