Sabtu, 28 April 2012

Tingkat Pengetahuan


Pengetahuan (kognitif) merupakan domain yang sangat penting untuk dibentuknya suatu tindakan seseorang. Menurut Notoatmodjo (2003), dimana tingkat pengetahuan di dalam domain kognitif, meliputi :
a. Tahu (know)
Pengetahuan (tahu yaitu mengingat kembali materi yang dipelajari sebelumnya. Termasuk di dalam pengetahuan yang paling rendah dengan cara menyebutkan, mendefinisikan dan menyatukan sesuatu. Pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yang baik akan mempengaruhi ibu dalam memahami tentang manfaat ASI.
b. Memahami (comprehension)
Memahami yaitu sesuatu untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek untuk materi, harus dapat menjelaskan, contohnya ibu menyusui dapat memahami dan mengetahui cara pemberian ASI yang tepat.
c. Aplikasi (application)
Aplikasi yaitu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. Aplikasi di sini dapat diartikan penggunan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam kondisi yang lain, misalnya ibu menyusui dapat menggunakan cara tindakan awal dalam pemberian ASI.
d. Analisis (analysis)
Analisis yaitu kemampuan untuk materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi di dalam struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitanya dengan yang lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan dari kata-kata kerja yang dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, serta mengelompokkan tentang pemberian ASI.
e. Sintesis (synthesis)
Sintesis yaitu kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian dalam suatu keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.
f. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi adalah kemampuan melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian ini berdasarkan suatu kriteria-kriteria yang telah ada. Pengaruh pengetahuan terhadap seseorang sangat penting sebab mempunyai cukup pengetahuan dan pendidikan yang tinggi akan lebih memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan serta kesehatan setiap anggota keluarganya (Notoatmodjo, 2003).

Sumber: BSE


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar