Senin, 07 Mei 2012

Bentuk-Bentuk Motivasi Dalam Belajar


Dalam proses belajar mengajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik diperlukan untuk mendorong anak didik agar rajin belajar. Motivasi ekstrinsik sangat diperlukan bila diantara anak didik ada yang kurang berminat mengikuti pelajaran dalam jangka waktu tertentu. Peranan motivasi ekstrinsik cukup besar untuk membimbing anak didik dalam belajar. Untuk itu seorang guru biasanya memanfaatkan motivasi ekstrinsik untuk untuk meningkatkan minat anak didik agar lebih bergairah belajar meski terkadang tidak tepat.
Kesalahan dalam memberikan motivasi ekstrinsik akan berakibat merugikan prestasi belajar anak didik dalam kondisi tertentu. Interaksi belajar mengajar menjadi kurang harmonis. Tujuan pendidikan dan pengajaran tidak akan tercapai dalam waktu yang relatif singkat dan sesuai dengan target yang dirumuskan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep psikologis anak didik sangat diperlukan guna mengetahui segala apa yang sedang dihadapi anak didik sehingga gairah belajarnya menurun.
Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut:
1. Memberi Angka
Angka yang dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka atau nilai yang baik mempunyai potensi yang besar untuk memberikan motivasi kepada anak didik lainnya. Namun, guru harus menyadari bahwa angka/ nilai bukanlah merupakan hasil belajar yang sejati, hasil belajar yang bermakna, karena hasil belajar seperti itu lebih menyentuh aspek kognitif. Penilaian juga harus diarahkan kepada aspek kepribadian anak didik dengan cara mengamati kehidupan anak didik di sekolah dan tidak hanya berpedoman pada hasil ulangan di kelas.
2. Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi. Dalam pendidikan modern, anak didik yang berprestasi tinggi memperoleh predikat sebagai anak didik teladan dan untuk perguruan tinggi disebut sebagai mahasiswa teladan. Hadiah berupa uang beasiswa supersemar diberikan untuk memotivasi anak didik atau mahasiswa agar selalu mempertahankan prestasi belajar.
3. Kompetisi
Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka belajar. Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan. Selanjutnya, setiap anak didik sebagian individu melibatkan diri mereka masing-masing ke dalam aktivitas belajar. Kondisi inilah yang dikehendaki dalam pendidikan modern, yakni Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), bukan catat buku sampai akhir pelajaran.
4. Ego Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerima sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertahankan harga diri, adalah sebagai bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas yang baik adalah simbol kebanggaan dan harga diri.
5. Memberi Ulangan
Ulangan bisa dijadikan sebagai motivasi. Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh untuk menghadapi ulangan. Oleh karena itu, ulangan merupakan strategi yang cukup baik untuk memotivasi anak didik agar lebih rajin belajar. Namun, ulangan tidak selamanya dapat digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan tak terprogram, hanya karena selera akan membosankan anak didik.
6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Bagi anak didik yang menyadari betapa besarnya sebuah nilai prestasi belajar akan meningkatkan intensitas belajarnya untuk mendapatkan prestasi belajar yang melebihi prestasi belajar sebelumnya. Prestasi belajar yang rendah menjadikan anak didik giat belajar untuk memperbaikinya.
7. Pujian
Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk apresiasi positif dan merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan sekolah. Pujian diberikan sesuai hasil kerja bukan dibuat-buat.
8. Hukuman
Meski hukuman sebagai apresiasi yang negatif tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan berfungsi sebagai alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pendekatan edukatif yang dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak akan mengulangi kesalahan.
9. Minat
Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan tertarik pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Anak didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Anak didik yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena ada daya tarik baginya. Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan gairah belajar anak didik dalam rentang waktu tertentu. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat anak didik agar pelajaran yang diberikan mudah dipahami.

Pengarang : Arofah Novitasari

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar