Kamis, 26 April 2012

Sikap dan Jiwa Wirausaha


Seorang wirausahawan harus memiliki sikap sebagai berikut :
a. Sikap berpikir dan bertindak kreatif inovatif
Berpikir kreatif adalah berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru. Berpikir kreatif digunakan untuk memanfaatkan peluang usaha yang akan dicapai.
Berpikir kreatif juga memudahkan kita untuk melihat dan menciptakan peluang yang menunjang keberhasilan kita. Seringkali seseorang tidak bertindak adalah karena tidak ada peluang. Padahal sesungguhnya peluang selalu ada di depan kita. Tinggal apakah kita jeli melihatnya atau tidak. Bahkan kalaupun peluang itu memang tidak ada, kita dapat menciptakan peluang asal kita mau berpikir kreatif.
Inovasi adalah penemuan atau terobosan yang menghasilkan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya, atau mengerjakan sebuah produk yang sudah ada dengan cara yang baru. Sebuah inovasi lahir dari cara berpikir yang inovatif. Cara berpikir inovatif merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.

b. Sikap jujur dan dapat dipercaya
Jujur atau benar adalah memberitahu sesuatu yang benar atau sesuai dengan kenyataan, pemberitaan yang tidak terbatas dengan perkataan, akan tetapi juga dengan perbuatan seperti isyarat dengan dua tangan, anggukan dengan kepala, juga dengan sikap diam, dan lain-lain. Sikap jujur atau benar adalah komoditi moral yang amat vital dalam kehidupan. Jujur atau benar harus menjadi sifat dan sikap hidup manusia, termasuk wirausahawan dalam pergaulan sehari-hari.

c. Sikap percaya diri dan berani mengambil resiko
Para wirausahawan adalah orang yang percaya bahwa mereka mampu mencapai hasil yang mereka inginkan. Sikap percaya diri dan berani mengambil resiko berarti siap menanggung resiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggungjawab. Para wirausahawan siap menanggung resiko atas segala perbuatannya. Tetapi dalam bertindak, wirusahawan akan memikirkan tindakannya dengan matang (tidak nekat). Sehingga resiko yang akan muncul akibat tindakannya sedikit dapat diperkirakan.

d. Sikap selalu ingin maju
Sikap selalu ingin maju dapat ditumbuhkan dengan berusaha untuk selalu berpikir positif. Berpikir positif adalah selalu mengarahkan dan menekankan kepada hal-hal yang positif, yaitu dengan melihat dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang menguntungkan dan menyenangkan terhadap setiap hal yang dilihat atau dihadapi.
Membiasakan diri berpikir positif akan membuat seseorang tangkas dan sigap dalam melaksanakan tugas, pandai merebut kesempatan dan bahagia dalam hidupnya. Selain itu, orang yang berpikir positif tidak akan dihinggapi berbagai sikap mental negatif seperti iri, dengki, dan malas.

e. Mau bekerja keras dan tekun
Orang-orang yang suka bekerja keras adalah orang-orang yang berpikir bahwa hasil terbaik diperoleh melalui perjuangan. Mereka tidak mudah mengeluh, menganggap pekerjaan yang mereka lakukan adalah hal yang menyenangkan, dan tidak ada rasa terpaksa dalam melaksanakannya.

f. Disiplin
Kerja keras dan disiplin merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang dalam berwirausaha. Wirusahawan yang memiliki kemauan dan penuh disiplin akan dapat menggerakkan motivasi untuk bekerja keras secara bersungguh-sungguh.
Disiplin pada hakikatnya adalah suatu paksaan diri untuk selalu menepati norma dan waktu yang telah ditetapkan. Dalam disiplin, kita akan dibiasakan untuk tidak melanggar norma moral, seperti melanggar amanah (pesan), atau mengambil barang yang dipercayakan kepada kita, tidak mengambil barang yang bukan milik kita, atau melakukan perbuatan terlarang lainnya. Sebaliknya disiplin memaksa kita untuk melakukan perbuatan baik, seperti harus bekerja cepat, tepat, dan keras, serta harus sopan dan sebagainya.

g. Mandiri dan realistis
Seorang wirausahawan yang berhasil dalam menjalankan usahanya secara mandiri dan realistis akan menyadari bahwa dalam menjalankan pekerjaannya selalu berdasar atas bakat dan kemampuan yang dimilikinya (realistis) dan bekerja menurut keyakinan serta kemampuan sendiri (mandiri) dan percaya pada nasibnya sendiri. Orang dikatakan mandiri jika tidak bergantung pada orang lain dan yakin pada dirinya bahwa ia mampu melaksanakan sesuatu yang telah menjadi kewajibannya.

h. Memiliki komitmen tinggi
Wirausahawan harus memiliki komitmen terhadap tugasnya. Artinya wirausahawan itu setiap saat pikirannya tidak lepas dari perusahaannya atau bisnisnya. Dengan komitmen yang tinggi wirausahawan akan berhasil dalam kegiatan usahanya, karena sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu, komitmen terhadap usahanya harus dijaga agar dapat melewati segala tantangan dan masalah dalam mencapai kesuksesan.

Sumber: BSE  

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar