Selasa, 17 April 2012

Proses Disosiatif

Proses-proses disossiatif sering disebut sebagai proses yang bersifat oposisi. Oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ada beberapa macam bentuk proses disossiatif yaitu sebagai berikut.

a. Persaingan atau Kompetisi
Persaingan adalah suatu proses sosial individu atau kelompok yang bersaing untuk mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tertentu. Di dalam persaingan ini ada dua jenis, yaitu persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan kelompok. Dalam pelaksanaannya, persaingan ini memiliki beberapa bentuk, yaitu persaingan ekonomi, persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peranan, persaingan ras, persaingan kekuasaan, dan lain sebagainya. Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat berfungsi sebagai:
1. menyalurkan keinginan-keinginan individu dan kelompok yang bersifat kompetitif;
2. sebagai jalan di mana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing;
3. untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya;
4. untuk menghasilkan pembagian kerja yang efektif.

b. Kontravensi
Kontraversi adalah suatu bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ini ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau kera- guan terhadap kepribadian seseorang. Dengan kata lain kontraversi merupakan suatu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur- unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
1. yang umum, meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.
2. yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain, memaki-maki melalui surat, sms, mencerca, dan lain-lain
3. yang intensif mencakup penghasutan, menyebarkan gosif, dan lain-lain
4. yang rahasia, umpamanya membocorkan rahasia kepada pihak lain, berkianat, dan sebagainya
5. yang taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan fihak lain, dan lain-lain

c. Pertentangan (Pertikaian atau Konflik)
Pribadi seseorang ataupun kelompok menyadari adanya perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu dapat mempertajam perbedaan yang ada sehingga dapat menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. Pertentangan adalah suatu proses di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Faktor yang menyebabkan terjadinya pertentangan antara lain perbedaan antara individu-individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial. Kompetisi merupakan bentuk persaingan yang bersifat positif. Bukankah kalian selalu bersaing dnegan temanmu untuk menjadi juara di kelas. Semenatara kontravensi adalah bentuk persaingan yang bersifat negatif karena mengarah pada konflik.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar