Minggu, 08 April 2012

Siklus Hidrologi

Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup yang harus tersedia terus menerus. Setiap hari kita menggunakannya untuk berbagai keperluan, baik untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Namun demikian pernahkah kalian bertanya mengapa air tersedia terus menerus atau tidak habis, padahal setiap hari manusia dan makhluk hidup lainnya memanfaatkannya? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan suatu jawaban singkat, yaitu karena air tidak hilang tetapi berubah wujud dalam bentuk sirkulasi.

Air yang sempat ataupun yang tidak sempat dimanfaatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainya mengalir ke sungai, meresap ke dalam tanah dan menguap. Air yang mengalir pada sungai-sungai akan sampai di lautan. Secara tetap, air menguap dari permukaan bumi, baik dari laut atau samudera maupun dari wilayah darat (sungai, danau, waduk, tumbuhan, dan tanah yang lembab). Air yang menguap tersebut akhirnya membentuk awan dan terjadilah hujan, sehingga air yang diuapkan dikembalikan ke permukaan bumi, baik daratan maupun lautan.

Kejadian tersebut terus berulang atau bersirkulasi, sehingga disebut siklus air atau siklus hidrologi. Pada dasarnya, air dalam siklus tersebut hanya berubah wujud, yaitu dari zat cair, zat gas (uap) dan zat padat (es). Perubahan dari zat cair menjadi zat gas (uap) disebut evaporasi (penguapan). Perubahan dari zat gas atau uap air menjadi titik- titik air disebut kondensasi. Perubahan dari zat cair menjadi zat padat (es) disebut pembekuan dan sebaliknya disebut pencairan. Perubahan tersebut bisa terjadi secara langsung dari zat gas menjadi zat padat atau sebaliknya yang disebut dengan istilah sublimasi. Perubahan-perubahan tersebut tentunya membutuhkan energi dari sinar matahari atau sebaliknya mengeluarkan energi.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar