Minggu, 22 April 2012

Biaya Tetap dan Biaya Variabel


  • Yang termasuk dalam kategori ini adalah biaya tetap dan biaya variabel. Kedua biaya ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam penentuan jumlahnya dan yang menjadi parameternya adalah volume atau jumlah satuan produk atau tingkat kegiatan yang dihasilkan oleh unit usaha.


    A. Biaya Tetap
    Biaya Tetap dalam hal ini didefinisikan sebagai biaya yang harus dikeluarkan secara periodik dan besarnya tetap dengan tidak dipengaruhi oleh banyak sedikitnya satuan produk atau tingkat kegiatan yang dihasilkan. Adapun yang termasuk dalam kategori biaya tetap ini antara lain :
    1). Biaya penyusutan (Depresiasi)
    2). Bunga modal
    3). Biaya asuransi
    4). Pajak
    5). Biaya sewa tempat (lahan)
    6). Biaya perawatan dan perbaikan asset (alat, mesin atau bangunan)
    Yang dimaksud dengan depresiasi adalah biaya yang secara periodik harus dikeluarkan sebagai konsekuensi atas penurunan kinerja alat, mesin atau asset lainnya akibat pemakaian. Pengeluaran biaya depresiasi dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan berakhirnya umur pakai asset yang dibeli dan diganti dengan asset yang baru. Dengan demikian depresiasi ini dapat berfungsi sebagai biaya kompensasi untuk penggantian asset pada saat sudah berakhir umur pakainya. Depresiasi ini muncul karena 2 hal, yakni :
    1. Adanya keausan atau kerusakan akibat pemakaian (mesin, rumah atau asset lainnya)
    2. Asset yang ada tidak sesuai lagi dengan teknologi atau perkembangan jaman. Ada dua pengertian umur yang dikenal dalam istilah ekonomi teknik, yaitu umur ekonomi dan umur teknis. Umur ekonomi adalah umur dari suatu asset yang berakhir hingga secara ekonomi penggunaan asset tersebut tidak menguntungkan lagi secara ekonomi, walaupun secara teknis asset tersebut masih dapat dipakai.
    Sedangkan umur teknis adalah umur asset yang berlaku hingga secara teknis asset yang dipakai tidak dapat dipergunakan lagi. Dalam hal ini pengertian umur ekonomi bisa lebih singkat dari umur teknisnya. Sebagai contoh misalnya : Sebuah komputer dengan konfigurasi sistem board tipe AT286 memiliki umur teknis selama 5 tahun, akan tetapi secara ekonomi penggunaan komputer jenis tersebut tidak atau kurang menguntungkan lagi apabila pada tahun pertama setelah komputer tersebut dipakai, telah muncul komputer generasi terbaru (misalnya tipe Pentium) dengan kinerja yang lebih baik dan biaya yang lebih murah dari komputer tipe AT286 tersebut.
    Untuk menghitung depresiasi dapat digunakan beberapa rumus, antara lain yaitu :
    1. Metode Garis Lurus (straight line)
    2. Metode Penurunan Berimbang (declining balance)
    3. Metode Penjumlahan Angka Tahun (sum of the year’s digit = SYD)
    4. Metode Penurunan Jumlah Pendanaan (sinking fund)
  • Komponen biaya tetap lainnya setelah depresiasi adalah bunga modal. Biaya ini dihitung apabila investasi dilaksanakan dengan menggunakan dana pinjaman dari bank dengan bunga pinjaman yang harus dibayarkan setiap bulan atau tahun secara
    periodik. Biaya untuk pembayaran bunga modal ini dapat dihitung dengan beberapa cara, antara lain :
    a. Bunga Modal = i.P
    b. Bunga Modal = i.P(N+1)/2N dimana i = suku bunga bank (%)

    B. Biaya Variabel
    Yang dimaksud dengan biaya variabel adalah biaya yang besarnya ditentukan oleh jumlah satuan produk atau tingkatan kegiatan, artinya bila satuan produk atau tingkat kegiatannya meningkat, maka biaya variabelnya akan meningkat pula. Contoh : Biaya pemakaian bahan bakar akan meningkat apabila kegiatan produksi makin banyak.
    Adapun yang termasuk ke dalam kelompok biaya variabel ini antara lain misalnya :
    1). Biaya bahan bakar
    2). Biaya Olie
    3). Biaya/Upah pekerja (harian)
    4). Biaya energi (listrik)
    5). Biaya untuk penyediaan air
    Klasifikasi biaya menurut jumlah satuan produk atau tingkat kegiatan ini berguna
    dalam analisis titik impas atau Break Even Point (BEP).


    Pengarang : nurul diena


    Artikel Terkait:

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar