Minggu, 22 April 2012

Macam-Macam Disiplin


Disiplin menurut Oteng Sutrisno berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Disiplin Positif
Disiplin positif merupakan suatu sikap dan iklim organisasi yang setiap anggotanya mematuhi peraturan-peraturan organisasi atas kemauannya sendiri.Mereka patuh pada tata tertib tersebut karena mereka memahami,meyakini dan mendukungnya. Selain itu mereka berbuat begitu karena mereka benar-benar menghendakinya bukan karena takut akan akibat dari ketidakpatuhannya. Dalam suatu organisasi yang telah menerapkan disiplin positif, beberapa siswa kadang-kadang melakukan suatu kesalahan yang melanggar tata tertib.Maka akibat yang ditimbulkan adalah kewajiban dalam menetapkan suatu hukuman.Akan tetapi hukuman yang diberikan ini bukanlah bermaksud untuk melukai ,akan tetapi yang sesuai dengan prinsip disiplin positif,hukuman tersebut diberikan untuk memperbaiki dan membetulkan. Disiplin seperti ini sesuai dengan konsepsi pendidikan modern bahwa agar anak-anak lambat laun dapat mengatur diri dan belajar bertanggung jawab atas segala perbuatannya dalam mengrjakan sesuatu. Atau dengan kata lain disiplin positif ini memberikan suatu pandangan bahwa kebebasan yang mengandung konsekuensi yaitu kebebasan harus sejalan dengan tanggung jawab.

b. Disiplin Negatif
Yang dimaksud disiplin negatif di sini adalah suatu keadaan disiplin yang menggunakan hukuman atau ancaman untuk membuat orang-orang mematuhi perintah dan mengikuti peraturan hukuman. Pendekatan pada disiplin negatif ini adalah menggunakan hukuman pada pelanggaran peraturan untuk menggerakkan dan menakutkan orang-orang atau siswa lain sehingga mereka tidak akan berbuat kesalahan yang sama. Disiplin negatif ini cenderung kepada konsepsi pendidikan lama,yaitu sumber disiplin adalah otoritas dan kekuasaan guru. Gurulah yang menentukan dan menilai kelakuan siswa, gurulah yang menentukan peraturan tentang apa boleh atau tidak boleh dilakukan oleh siswa,tidak ada pilihan lain selain tunduk pada kemauan guru.Dengan demikian hukuman merupakan ancaman bagi siswa. Disiplin yang ditegakkan dengan cara seperti ini ternyata tidak membawa hasil yang memuaskan, karena seorang siswa hanya berada di sekolah selama 7 jam saja, selebihnya dikembalikan kepada masing-masing orang tua, selain itu prestasi kerja yang dicapai/diperoleh dikarenakan hanya karena untuk menghindari hukuman saja bukan karena perasaan yang tulus ikhlas. Meskipun disiplin negatif ini mempunyai banyak kekurangan akan tetapi pada waktu-waktu tertentu tetap diperlukan pula sikap kekuatan dan kekuasaan apabila memang hanya inilah cara satu- satunya jawaban yang perlu dilaukan agar tujuan dapat tercapai serta berjalan dengan lancar.

Sumber: UMS

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar