Minggu, 22 April 2012

Pengertian Konsep Diri


Konsep diri berasal dari bahasa inggris yaitu self concept; merupakan suatu konsep mengenai individu itu sendiri, yang meliputi bagaimana seseorang memandang, memikirkan, dan menilai dirinya sehingga tindakan-tindakannya sesuai dengan konsep tentang dirinya sendiri (Burn, 1979).

Menurut Brooks & Emert (dalam Rakhmat, 1991) setiap individu yang memiliki konsep diri positif adalah mempunyai keyakinan akan kemampuannya dalam menghadapi masalah, merasakan setara dengan orang lain, menerima pujian tanpa rasa malu, menyadari bahwa tiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat, mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkap aspek-aspek kepribadian yang tidak disenangi dan berusaha untuk merubahnya. Sebaliknya, individu yang memiliki konsep diri negatif maka ia akan merasa lebih peka terhadap kritik, responsive terhadap pujian, mempunyai sikap hiperkritis, cenderung merasa tidak disukai orang lain,dan bersikap pesimis tehadap kompetensi. Konsep diri merupakan suatu hal yang sangat vital dan dipandang sebagai inti atau faktor primer dari kepribadian. Konsep diri dianggap sebagai kunci yang mengatur dan mengarahkan perilaku manusia.

Roger (dalam Ma’ruf, 2006) melihat konsep diri sebagai kepemilikan seseorang berdasarkan realitas diri dan idealisme diri, realitas diri berangkat dari pengalaman atau keputusannya sendiri, sedangkan idealisme diri berangkat dari suatu pemikiran pribadinya, selain itu Roger memperluas pemahaman konsep diri menjadi pembentukan dari dalam diri yang akan menentukan tingkah laku seseorang. Menurut Combs (Mukhtar, Niken, dan Erna, 2001) bahwa pemahaman konsep diri adalah segala sesuatu tentang “diriku sendiri” yang mencakup perasaan, nilai-nilai yang dimilikinya, dan keyakinan terhadap dirinya tentang segala hal yang menyertainya, seperti subjective self,body image self,ideal self,social self.

Suhardono (dalam Ma’ruf, 2006),mendefinisikan konsep diri sebagai cara seseorang mengkonsepkan dirinya berdasarkan kriteria-kriteria yang diperolehnya selama bersosialisasi. Interaksi ini dapat berupa kesan-kesan oleh orang lain yang sifatnya ketegoris. Seseorang akan mengfungsikan kenikmatan dan mengurangi penderitaannya. Konsep diri berkaitan pula dengan kapasitas seseorang untuk mengfungsikan seluruh daya yang ada pada dirinya. Konsep diri didefinisikan oleh Burke dan Sellin (dalam Ma’ruf, 2006) sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan pengajaran atau kemampuan memberikan konsultasi kepada lingkungannya. Brooks (Rakhmat, 1991) menyatakan bahwa konsep diri adalah suatu pandangan dan perasaan seseorang tentang dirinya serta persepsi tentang dirinya, ini dapat bersifat psikis maupun sosial.

Sejalan dengan pendapat tersebut dikemukakan oleh Cawangas (Pudjiijogyanti, 1988) bahwa konsep diri merupakan seluruh pandangan individu akan dimensi fisiknya, karakteristik kepribadiannya, motivasinya, kelemahannya, kepandaiannya dan kegagalannya. Konsep diri itu seseorang akan diupayakan akan mencapai keinginan yang optimal serta untuk merealisasikan hidupnya. Setiap individu memiliki konsep diri, baik itu konsep diri yang bersifat positif maupun yang negatif hanya derajat atau kadarnya yang berbeda-beda. Kenyataannya tidak ada individu yang sepenuhnya memiliki konsep diri positif atau negatif. Tetapi karena konsep diri memegang peranan penting dalam menentukan dan mengarahkan seluruh perilaku individu, maka sedapat mungkin individu yang bersangkutan harus mempunyai konsep diri yang positif (Rakhmat, 1991). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah konsep seseorang mengenai pribadinya, yaitu bagaimana seseorang memandang, merasakan, memikirkan serta menilai dirinya sendiri, sehingga ia selalu bertindak sesuai dengan konsep diri yang dimiliki.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar