Selasa, 17 April 2012

Jenis-jenis pengangguran

Menurut sebab-sebab terjadinya, pengangguran dapat dibedakan menjadi pengangguran friksional, struktural, musiman, dan konjunktural.

a. Pengangguran friksional
Pengangguran friksional biasanya bersifat sementara, karena tenaga kerja yang bersangkutan belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang atau keahliannya. Pengangguran ini terjadi sebagai akibat pindahnya seseorang dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain.
Dalam pengangguran ini tidak ada penanggulangan secara khusus, karena jalan keluar untuk mengurangi pengangguran ini adalah dengan meningkatkan kesempatan kerja berbagai macam bidang usaha.

b. Pengangguran struktural
Pengangguran ini terjadi akibat perubahan dalam struktur atau komposisi perekonomian. Misalnya, kawasan yang tadinya agraris menjadi kawasan industri. Contoh yang lain penggunaan traktor dalam sektor pertanian bagi sejumlah negara sedang berkembang akan menimbulkan banyak pengangguran di kalangan buruh tani. Perubahan-perubahan tersebut menimbulkan ketidaksiapan tenaga kerja ke bidang lain. Biasanya perubahan komposisi perekonomian membawa perubahan teknologi, maka pengangguran ini juga dinamakan pengangguran teknologi.

c. Pengangguran musiman
Pengangguran musiman ini terjadi karena pergantian musim. Sebab pekerja hanya bekerja pada musim tanam dan musim panen saja. Pengangguran musiman biasa dirasakan para petani di Pulau Jawa, maka cara mengatasi yang paling efektif yaitu dengan mengadakan proyek padat karya.

d. Pengangguran konjunktural (pengangguran siklis)
Pengangguran konjunktural terjadi karena adanya gelombang kehidupan ekonomi (konjunktur). Gelombang ekonomi (konjunktur) adalah terjadinya resesi atau kemunduran kegiatan ekonomi di skala nasional. Di masa krisis ekonomi banyak perusahaan yang mengalami kerugian dan akhirnya mengambil kebijaksanaan PHK (pemutusan hubungan kerja) terhadap karyawannya. Pada masa ini perusahaan mengalami suatu dilema. Di satu sisi perusahaan ingin mempertahankankaryawan dan mengharap karyawan mau menerima pengurangan upah. Akan tetapi di sisi lain karyawan, menuntut upah yang naik. Peristiwa ini membuat banyak perusahaan menutup usahanya atau mengadakan relokasi (pemindahan lokasi perusahaan) di negara-negara yang upah karyawannya bisa ditekan. Akibatnya angka pengangguran semakin tinggi.

Penyebab utama pengangguran konjunktural adalah turunnya permintaan masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya over produksi yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja. Cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan daya beli masyarakat dan mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa. Pada masa ini pemerintah diharapkan ambil bagian secara aktif untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan penyediaan lapangan pekerjaan melalui proyek padat karya. Selain itu, pemerintah juga diharapkan meninjau kembali aturan-aturan yang mempermudah pemasaran barang keluar negeri dan menarik investor dari negara lain.

Jenis pengangguran juga dapat dilihat dari sudut pandang jam kerja, tingkat produktivitas kerja, dan pendapatan, sehingga pihak yang mengalami pengangguran ini disebut orang setengah menganggur . Setengah menganggur atau semi pengangguran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Setengah menganggur kentara
Setengah menganggur kentara, yaitu orang yang bekerja kurang dari jumlah jam tertentu seminggu. Biasanya, kriteria yang dipakai adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu.

2. Setengah menganggur tidak kentara
Pengangguran ini juga sering disebut pengangguran terselubung . Orang yang dikelompokkan dalam pengangguran ini adalah mereka yang pada dasarnya bekerja tetapi tidak memiliki produktivitas kerja. Misalnya, sepuluh orang mengerjakan satu pekerjaan yang sebenarnya dapat dikerjakan oleh lima orang saja. Hal ini berarti lima orang yang lainnya bisa dikelompokkan ke dalam pengangguran tidak kentara.

Pengangguran merupakan masalah yang rumit dipecahkan terutama oleh negara yang berkembang seperti di Indonesia. Hal ini karena kesempatan kerja yang ada tidak mampu menampung laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi. Jika pengangguran tidak ditangani serius oleh semua pihak, maka akan berdampak cukup besar dalam kehidupan masyarakat.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar