Selasa, 10 April 2012

Patahan dan lipatan

Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

1) Lipatan,
terjadi akibat tenaga endogen yang men- datar dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian yang terlipat ke atas dinamakan punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yang melipat ke bawah dinamakan lembah lipatan (sinklinal).

Jenis-jenis lipatan sebagai berikut.

a) Lipatan tegak (symmetrical folds), terjadi karena pengaruh tenaga horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.

b) Lipatan miring (asymmetrical fold) , terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama.

c) Lipatan menutup (recumbent folds), terjadi karena tenaga tangensial saja yang bekerja.

d) Lipatan rebah (overturned folds) , terjadi karena arah tenaga horizontal dari satu arah.

e) Sesar sungkup (overthrust), terjadi karena adanya pergerakan pada sepanjang kerak bumi.

2) Patahan,

terjadi akibat tenaga endogen yang relatif cepat, baik secara vertikal maupun horizontal.

Jenis- jenis patahan sebagai berikut.

a) Tanah naik (horst), yaitu dataran yang terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst terjadi akibat gerak tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan dari dua arah atau lebih yang menimbulkan kerak bumi terdorong naik.

b) Tanah turun (graben/slenk) , yaitu kenampakan dataran yang letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Graben terjadi karena tarikan dari dua arah yang mengakibatkan kerak bumi turun.

c) Sesar, yaitu patahan yang diakibatkan oleh gerak horizontal yang tidak frontal dan hanya sebagian saja yang bergeser. Sesar ini dibagi menjadi dua, yaitu

dekstral dan sinistral. Dekstral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kanan. Sinistral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kiri.

d) Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yang terdiri atas beberapa patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yang berbentuk retakan-retakan di suatu daerah, ada yang naik dan ada yang turun dan ada pula yang berbentuk miring sehingga terbentuk komplek pegunungan patahan yang terdiri atas balok-balok lithosfera.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar