Rabu, 25 April 2012

Sektor Ekonomi Informal


Lain halnya dengan wira- usaha yang bergerak di sektor ekonomi formal. Wirausaha yang bergerak di sektor ekonomi informal merupakan usaha per- seorangan yang berskala kecil. Namun, pengelolaan yang baik atas sektor ini dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Contoh: jasa kontrakan rumah, jasa laundry, usaha mengumpul- kan barang-barang bekas dan puing-puing, pedagang kaki lima, tukang bakso, tukang tambal ban, warung nasi, dan pedagang sayur keliling.

Bagaimanakah cara membedakan wirausaha yang bergerak dalam sektor ekonomi formal dan ekonomi informal? Wirausaha yang menekuni sektor ekonomi formal terlihat dalam ciri-ciri berikut:
a. memiliki izin resmi dari pemerintah,
b. kegiatan yang dilakukan dikenakan pajak,
c. memerlukan modal yang cukup besar,
d. umumnya berada di daerah perkotaan,
e. melaksanakan sistem pembukuan dengan baik.

Setelah Anda mengetahui ciri-ciri wirausaha yang bergerak di sektor ekonomi formal, sekarang perhatikan ciri-ciri wirausaha yang bergerak di sektor ekonomi informal berikut ini:
a. modal yang dimiliki relatif kecil,
b. pencatatan atau administrasi sangat sederhana,
c. harga barang yang dihasilkan umumnya murah,
d. usahanya tidak memiliki izin resmi,
e. peralatan yang digunakan sangat sederhana,
f. keuntungan tidak dikenakan pajak,
g. keuntungan langsung dapat dinikmati.

Dapatkah Anda menyebutkan sektor usaha yang lain? Nah, Anda tidak perlu khawatir akan sempitnya lapangan kerja karena Anda dapat menciptakannya sendiri. Anda tinggal memilih bidang usaha yang tepat dengan jiwa dan karakter Anda. Namun, Anda perlu memiliki berbagai pertimbangan untuk memilih bidang usaha untuk berwirausaha. Pertim- bangan dalam memilih alternatif bidang usaha bagi wirausaha tersebut adalah sebagai berikut.
a. Kepandaian kita dalam berusaha belum tentu berguna bagi orang lain.
b. Keberhasilan orang lain belum tentu dapat kita ikuti.
c. Kesukaran dalam usaha di masa lalu, belum tentu dapat diulangi di masa sekarang.
d. Bidang usaha yang dapat berkembang di satu tempat, belum tentu dapat berkembang di tempat lain.
e. Adanya kesempatan dalam lingkungan, yaitu:
1) banyaknya permintaan terhadap produk tertentu,
2) sedikitnya saingan dalam usaha yang kita jalankan,
3) adanya kemampuan kita dalam mengelola dan memenuhi permintaan yang ada,
4) teridentifikasinya permintaan masyarakat, jelas jenis, dan jumlah permintaannya.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar