Sabtu, 21 April 2012

Dampak Perilaku Marah

Perilaku marah dapat menimbulkan dampak yang tentu saja negatif baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dibawah ini pendapat ahli mengenai dampak negatif marah. Wetrimudrison (2005:13-19) menyebutkan dampak negatif dari marah, yaitu :

1) Menimbulkan kelelahan, cape, pegal pada bagian anggota badan.
Remaja yang sedang marah otot dan urat nadinya meregang, bahkan sel-sel urat syarafnya ada yang sampai putus karena makin kencangnya tekanan darah. Akibatnya setelah marah, remaja tersebut mengalami kelelahan karena urat dan otot kembali mengendor.

2) Dapat menimbulkan sakit hati dan semakin sakit hati.
Setiap perilaku individu terekam masuk ke dalam memorinya, termasuk remaja. Jika rekaman marah itu masuk ke bilik memori jangka pendek, maka remaja yang marah hanya akan merasa sakit hati pada orang yang dimarahi sebentar saja, tapi kalau daya rekam remaja itu bagus dan daya ingatnya kuat, maka rasa marah itu akan masuk ke bilik memori jangka panjang, dan itu bisa membuat remaja menahan rasa sakit hati yang cukup lama, hingga bisa berubah menjadi dendam pada orang yang menyakiti hatinya atau yang membuat dia marah.

3) Dapat menimbulkan dendam.
Tidak semua dorongan marah itu bisa tersalurkan atau terlepaskan. Hal ini mungkin karena waktu membalasnya tidak tepat, atau tidak cukup kuasa untuk marah, maka rasa marah itu bersarang dalam hati dan setiap kali melihat atau mendengar orang yang membuat sakit hati ini muncul, maka setiap itulah rasa sakit hati itu bertambah dan bertambah terus- menerus, hingga benar-benar menumpuk lalu meledak bila ada pemicu yang tepat. Pada masa remaja, remaja lebih gampang marah dikarenakan dirinya mengalami perkembangan emosi yang meninggi. Perkembangan emosi yang meninggi dan tidak dibarengi keterampilan yang baik dalam merespon marah, membuat remaja berada dalam posisi yang tidak kuasa untuk marah atau malah merespon marah dengan berlebihan. Khususnya bagi remaja perempuan, biasanya mereka hanya bisa menangis jika merasa tidak kuat menahan marah tetapi tidak kuasa untuk marah. Selain itu, kecenderungan berimajinasi pada remaja memperkuat ingatan dirinya terhadap orang yang membuat dia marah sehingga kemungkinan besar dia menyimpan dendam pada orang yang membuat dia marah.

4) Berpotensi mengganggu ketenangan hidup.
Marah yang berlebihan dan berkepanjangan hanya akan menambah luka-luka di batin sendiri. Remaja yang suka marah hidupnya pasti tidak akan bisa tenang, karena orang yang pemarah musuhnya banyak. Kesana kemari takut, karena nanti bertemu musuh. Akibat lain bagi remaja yang marah, adalah ketika dia bertemu dengan orang yang dimarahinya mungkin hatinya akan makin marah, atau mungkin dia tersipu malu karena marahnya kurang tepat. Beban malu dan perasaan sakit hati yang makin bertambah, berakibat pada gangguan ketenangan jiwa, hatinya tidak merdeka, karena tidak mungkin orang yang sedang menanggung beban malu dan perasaan sakit hati, hatinya akan tenang.

5) Hidup jadi tidak bermakna.
Hidup ini makin bermakna, ketika banyak orang yang membutuhkan dan mengharapkan keberadaan kita. Sebaliknya remaja pemarah hidup di dunia tidak nikmat karena tidak disenangi orang, dan di akhiratpun tidak termasuk umat Nabi Muhammad karena Nabi tidak mengajarkan umat-Nya menjadi pemarah.

6) Ditakuti orang, bukan disegani / juga bukan dihormati.
Ditakuti orang karena sifat pemarah, akan berakibat dijauhi orang-orang. Mungkin saja orang di depan sang pemarah, orang pura-pura hormat karena takut dengan kata-katanya, atau takut dimarahi, tapi setelah orang berlalu dari hadapannya atau ketika di belakangnya, orang-orang akan mencemoohkan dan mencibirkan remaja yang suka marah tersebut.

7) Dapat jadi dibenci orang ketika tidak berdaya lagi.
Ketika remaja pemarah sudah lemah dan turun pengaruhnya, misalnya remaja pemarah itu dulunya menjadi ketua OSIS atau ketua dari perkumpulan lain dan telah turun dari jabatannya, orang tidak akan memperdulikannya dan tidak tertutup kemungkinan orang akan balas dendam ketika orang sudah melihat peluang yang dianggapnya sudah tepat untuk balas dendam.

8) Banyak musuh dalam hidup.
Hampir sama dengan dampak marah yaitu berpotensi mengganggu ketenangan hidup. Saat siapa pun marah termasuk remaja, maka akan ada seseorang tersakiti atau mungkin manjadi antipati terhadap remaja yang sudah memarahinya itu. Akibatnya tak terhindarkan, musuh pun bermunculan dalam hidup.

9) Keluarganya ikut terhinakan.
Sesungguhnya ketidaksukaan pada remaja yang pemarah itu tidak hanya kepada si remaja, tapi bisa membias kepada keluarganya, bahkan dengan nama dan suku atau daerah asal remaja. 10) Termasuk orang yang tidak bersyukur. Seandainya remaja masih saja mudah marah, dikhawatirkan dia termasuk orang yang tidak menerima takdir Allah SWT dan termasuk orang yang tidak bersyukur kepada Allah SWT.

11) Berpotensi cepat jadi pelupa.
Jika remaja sering marah, akan terjadi banyak pemutusan sel-sel urat saraf pengingat, maka otomatis urat saraf remaja itu telah kehilangan kekuatan dan jaringan fungsi mengingat.

12) Terkadang tampilan lebih tua dari usia yang sebenarnya.
Terputusnya urat-urat dan sel-sel syaraf, akan berdampak pada penampilan remaja, baik dari kulit secara umum maupun dari wajah, karena marah yang terlalu sering akan lebih cepat membuat tampilan wajah berkerut dan lebih tua dari usia yang sesungguhnya akibat sering mengencang saat marah dan mengendor setiap habis marah

13) Bisa menyebabkan kematian.
Marah yang terjadi pada siapa pun, termasuk remaja akan mempengaruhi kualitas kesehatannya. Menurut para ahli kesehatan, marah dapat menyebabkan kematian secara mendadak jika hal itu mencapai tingkat kehebatan tertentu apalagi penderita penyakit jantung. Selain itu, marah bisa membunuh diri manusia dengan proses bunuh diri. Penelitian lain menunjukkan, emosi tak terkendali atau tak tersalurkan akan merusak fungsi organ, mudah terserang penyakit, menderita ketegangan otot atau kekacauan metabolisme, bisa menghentikan proses pencernaan, meningkatkan denyut jantung, dan menjadikan nafas terengah-engah.

14) Berpotensi membuang-buang waktu.
Saat marah, remaja tidak menyadari bahwa dirinya sedang membuang-buang waku. Misal, ketika marah, waktu yang terbuang 15-30 menit, dan setelah marah itu berlalu, perlu waktu 15-30 menit untuk memulihkan perasaaannya agar kembali stabil. Jadi total dia membuang waktu selama 1 jam. Adapun remaja yang pendendam akan lebih lama lagi dan akhirnya menumpuk.

Sumber: UPI

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar