Senin, 23 April 2012

Definisi Harga diri (Self-Esteem)


Menurut Branden (dalam Esri, 2004) perilaku seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkat self esteem (SE) yang dimilikinya. SE memiliki banyak definisi yang sedikit banyak saling bertumpang tindih. Misalnya menurut Coopersmith (dalam Pohan, 2006) SE adalah penilaian yang dibuat oleh individu untuk menggambarkan sikap menerima atau tidak menerima keadaan dirinya, dan menandakan sampai seberapa jauh individu itu percaya bahwa dirinya mampu, sukses, dan berharga. 

Sejalan dengan teori tesebut, Baron & Byrne (dalam Esri, 2004) mengatakan bahwa SE adalah evaluasi yang dibuat oleh setiap orang; sikap umum dari seseorang untuk mempertahankan tentang diri mereka sendiri. Sementara itu Mussen (dalam Yanuar, 2004) menyatakan bahwa SE merupakan evaluasi diri individu terhadap kualitas dirinya yaitu suatu penilaian yang bersifat positif atau negatif yang dibuat oleh individu terhadap profil atribut mereka sendiri. Brehm (dalam Riyanti, 2005) melihat SE dari sisi yang lain. Menurutnya SE berhubungan dengan cara pendekatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap hidupnya. Orang yang mempunyai perasaan baik terhadap dirinya cenderung bahagia, sehat, sukses, dan mampu menyesuaikan diri. Namun orang yang menilai dirinya negatif mempunyai kecenderungan khawatir, takut, tidak sehat, depresi, pesimis mengenai masa depan dan cenderung melakukan kesalahan.

Berdasarkan definisi-definisi SE yang berbeda-beda dapat disimpulkan bahwa SE adalah penilaian secara umum yang dilakukan oleh seseorang mengenai dirinya sendiri baik itu penilaian yang bersifat positif maupun negatif yang akhirnya menghasilkan perasaan keberhargaan atau kebergunaan maupun ketidakberhargaan dan ketidakbergunaan diri dalam menjalani kehidupan.

Sumber Harga Diri (Self Esteem)
Banyak ahli yang membahas mengenai sumber SE. William James (dalam Lopez dan Synder, 2003), mengungkapkan bahwa SE dikembangkan melalui akumulasi dari berbagai pengalaman dimana keberhasilan seseorang melebihi tujuan mereka sebelumnya. Dengan kata lain SE sama dengan keberhasilan atau potensi-potensi yang dimiliki.

Cooley (dalam Lopez dan Synder, 2003) berpendapat bahwa SE merupakan looking-glass self, sehingga penilaian diri dilihat sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial. Sedangkan menurut Mead (dalam Lopez dan Synder, 2003), SE merupakan gambaran dari proses interaksi simbolik (symbolic interactionism), dimana individu menginternalisaikan ide- ide dan perilaku-perilaku yang ditampilkan oleh seseorang yang sangat berpengaruh dalam kehidupannya. SE yang rendah disebabkan oleh adanya penolakan, diabaikan, dan direndahkan oleh seseorang yang berpengaruh tersebut.

Sejalan dengan teori Mead, Coopersmith dan Rosenberg (dalam Lopez dan Synder, 2003), mengatakan bahwa penting bagi kita untuk mengukur bagaimana seseorang menilai dirinya melalui bagaimana mereka dilihat oleh orang lain yang berperan penting atau berpengaruh dalam kehidupan mereka, seperti teman sebaya, lingkungan masyarakat, dan anggota keluarga. Sumber SE lainnya juga dapat berasal dari nilai dan norma-norma budaya dimana individu itu dibesarkan.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar