Kamis, 19 April 2012

Pengertian dan Ciri-ciri Negara Berkembang (Developing Country)

Para pengamat dan teoritis melihat alasan yang berbeda mengapa beberapa negara (dan lainnya tidak) menikmati perkembangan ekonomi yang tinggi. Banyak alasan menyatakan perkembangan ekonomi membutuhkan kombinasi perwakilan pemerintah (atau demokrasi), sebuah model ekonomi pasar bebas, dan sedikitnya ketiadaan korupsi. Beberapa memandang negara kaya menjadi kaya karena eksploitasi dari negara miskin di masa lalu, melalui imperialisme dan kolonialisme, atau di masa sekarang, melalui proses globalisasi.

Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang (0,500-0,799) dibandingkan dengan norma global.

Secara umum negara berkembang memiliki ciri-ciri berikut ini.
a. Standar hidup masih relatif rendah, ketimpangan pendapatan yang parah, serta kurang memadainya pelayanan kesehatan dan sistem pendidikan.
b. Tingkat produktivitas yang rendah.
c. Tingkat pertumbuhan penduduk serta beban ketergantungan yang tinggi.
d. Angka pengangguran terbuka maupun terselubung sangat tinggi dan akan terus bertambah tinggi, sedangkan penyediaan lapangan kerja semakin terbatas.
e. Ketergantungan pendapatan yang sangat besar kepada sektor pertanian serta ekspor produk- produk primer (bahan-bahan mentah).
f. Pasarnya tidak sempurna dan informasi yang tersedia sangat terbatas.
g. Dominasi, ketergantungan, dan kerapuhan yang parah pada hampir semua aspek hubungan internasional.

Menurut beberapa teori yang berbeda, ada banyak hal yang menjadi penyebab terhambatnya pembangunan di negara berkembang.
a. Rendahnya minat menabung yang mengakibatkan rendahnya tingkat investasi.
b. Faktor instrisik yang berupa sikap dan budaya masyarakatnya serta sikap dan tingkah laku para elit politik dan pemerintahan.
c. Tingginya angka fertilitas.
d. Ketidakpastian hukum dan tingginya angka korupsi.
e. Posisi negara dalam sejarah dan sistem budaya.
f. Tingginya hutang kepada badan kreditur seperti Bank Dunia ( World Bank ) dan International Monetary Fund (IMF).
g. Kurangnya ketertarikan dan pemahaman perusahaan-perusahaan multinasional akan dinamika-dinamika spesifik yang tengah terjadi pada negaranya.
h. Dominasi peraturan perdagangan oleh negara-negara kaya dan berkuasa.
i. Sumber daya alamnya dieksploitasi hanya untuk membayar hutang luar negerinya.

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar