Selasa, 24 April 2012

Hubungan makna antar kata


Hubungan makna antar kata dapat berwujud :
sinonim, antonim, homonim, homograf, homofon, polisemi, hiponim dan hipernim (superordinat).

Sinonim
Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama..
Contoh:
a. Yang sama maknanya: sudah - telah, sebab – karena
b. Yang hampir sama maknanya : untuk - bagi - buat - guna, cinta -
....kasih – saying

Antonim
Antonim adalah kata-kata yang berlawanan makna.
Contoh:
besar x kecil ibu x bapak
kurus x gemuk, kuat x lemah
jauh x dekat, tinggi x rendah
buruk x baik, bodoh x pintar

Homonim
Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda.
Contoh:
buku 1 : buku kaki/tangan ' tulang sendi' buku 2 : buku tulis 'kitab'

Homograf
Homografadalah kata-kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda..
Contoh:
mental 1 : mental dari sepeda 'terpelanting' mental 2 : mental
...............baja 'batin, jiwa'

Homofon
Homofon adalah kata-kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan artinya berbeda.
Contoh:
sangsi : tidak sangsi 'ragu-ragu, bimbang' sanksi : tidak ada sanksinya
............'tindakan, hukuman'

Polisemi
Polisemi adalah satu kata yamg memiliki makna banyak.
Contoh:
a. Didik jatuh dari sepeda.
b. Harga gabah jatuh. 'merosot'
c. Setiba di rumah dia jatuh sakit. 'menjadi'
d. Dia jatuh dalam ujian. 'gagal'

Hiponim dan Hipernim
Hiponim adalah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinat / hipernim (kelas atas), sedangkan hipernim adalah sebaliknya..
Contoh:.
Kata bunga merupakan superordinat, sedangkan mawar, melati, anggrek, flamboyan, dan sebagainya merupakan hiponimnya.



Sumber: Kosakata Bahasa Indonesia, Soedjito

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar