Senin, 23 April 2012

Jenis Kata Ulang


Keraf (1984: 120) membagi kata ulang (reduplikasi) menjadi empat bagian :
a. Kata ulang dengan perubahan suku awal
Contoh :
- tanam-tanaman à tetanaman (BI)
- talet-taletan à tetaletan (bahasa Sasak)
- batur-baturan à bebaturan (BSDN)
b. Kata ulang dengan perubahan seluruh (utuh) (Dwilingga)
Contoh :
- buah à buah-buah (BI)
- rumah à rumah-rumah (BI)
- kanak à kanak-kanak (BSDN)
- batu à batu-batu (BSDN)
c. Kata ulang dengan perubahan bunyi pada satu fonem atau lebih.
Contoh :
- gerak-gerik à gerak-gerik (BI)
- sayur-mayur à Sayur-mayur (BI)
- maling-maling à maling-malang (BSDN)
d. Kata ulang berimbuhan
Contoh :
- main-main à bermain-main (BI)
- kuda-kuda à kuda-kudaan (BI)
- rebut-rebutan à berebut-berebutan (BSDN)
- gilir-giliran à begilir-giliran (BSDN)

Ahli lain, Kridalaksana (1983: 143) membagi kata ulang (reduplikasi) menjadi delapan bagian :
a. Kata ulang (reduplikasi) antisipatoris, yakni reduplikasi yang terjadi karena pemakai bahasa mengantisipasikan bentuk yang diulang ke depan.
Contoh : tembak - menembak
b. Kata ulang (reduplikasi) fonologis, yakni pengulangan unsur-unsur fonologis (fonem, suku kata, kata).
Contoh : laki-laki à lelaki (BI)
c. Kata ulang (reduplikasi) grammatikal, yakni pengulangan fungsional dari suatu bentuk dasar (mencakup morfologi dan sintaksis).
Contoh : besar à membesar-besarkan (BI)
putar à memutar-mutar (BI)
d. Kata ulang (reduplikasi) idiomatis, yakni kata ulang yang maknanya tidak dapat dijabarkan dari bentuk yang diulang.
Contoh : mata-mata à bukan pengulangan kata mata dengan makna panca indra.
e. Kata ulang (reduplikasi) konsekutif, yakni kata ulang yang terjadi karena pemakai bahasa mengungkap lagi bentuk yang sudah diungkap (perulangan terjadi ke belakang).
Contoh : tembak à menembak-nembak (BI)
f. Kata ulang (reduplikasi) morfologis, yakni pengulangan morfem yang menghasilkan kata.
Contoh : kabar à mengabar-ngabarkan (BI)
naik à menaik-naikkan (BI)
g. Kata ulanG non idiomatis, yakni perulangan yang maknanya jelas dari bagian yang diulang maupun dari prosesnya.
Contoh : kertas-kertas à banyak kertas (BI)
Rumah-rumah à banyak rumah.
h. Kata ulang (reduplikasi) sintaksis, yakni proses pengulangan yang menghasilkan klause.
Contoh : jauh-jauh à walaupun jauh (BI)
Rapet-rapet à timakna rapet (BSDN)
Ahli lain, Ramlan (1983: 55) membagi kata ulang (Reduplikasi) menjadi empat bagian :
a. Pengulangan seluruh
Pengulangan seluruh ialah pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses perubahan afiks.
Contoh :
- sepeda à sepeda-sepeda (BI)
- buku à buku-buku (BI)
- kebaikan à kebaikan-kebaikan (BI)
b. Pengulangan sebagian
Pengulangan sebagian adalah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya, dengan kata lain bentuk dasar tidak diulang seluruhnya.
Contoh :
- lelaki à bentuk dasar laki (BI)
- tetamu à bentuk dasar tamu (BI)
- beberapa à bentuk dasar berapa (BI)
c. Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dalam golongan ini bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, maksudnya pengulangan itu terjadi bersama-sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama-sama pula mendukung satu fungsi.
Contoh :
- kereta-keretaan à bentuk dasar kereta (BI)
- gunung-gunungan à bentuk dasar gunung (BI)
- kekanak-kanakan à bentuk dasar kanak (BSDN)
d. Pengulangan dengan perubahan fonem
Kata ulang yang perubahannya termasuk sebenarnya sangat sedikit.
Contoh :
- gerak à gerak-gerik (BI)
- robek à robak-rabik (BI)
- serba à serba-serbi (BI)
- rebut à berebut-rebutan (BSDN)


Pengarang : MUHLISIN

Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar